KEKUATAN TARIK SERAT IJUK (ARENGA PINNATA MERR)
Abstract: Serat ijuk merupakan
serat alami yang ketersediaannya berlimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara
optimal. Serat ijuk dapat digunakan sebagai penguat alternatif untuk bahan
komposit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik dan
morphologi serat ijuk melalui hasil pengamatan photo Scanning Electron
Microscope (SEM).
Pengekstrakan serat ijuk dilakukan dengan menggunakan sisir kawat yang
berfungsi untuk memisahkan serat ijuk dengan pelepahnya. Dalam penelitian ini,
serat ijuk yang dipilih yaitu berdiameter 0.25- 0.35mm, 0.36-0.45mm, dan
0.46-0.55 mm. Selanjutnya dilakukan perendaman
C selama 15 menit. Setelah itu dila kukan pengujian tarik dengan standar
ASTM D 3379-75.
Hasil dari penelitian didapatkan bahwa semakin kecil diameter serat, maka
kekuatan tariknya semakin tinggi. Kekuatan tarik terbesar pada kelompok serat
ijuk berdiameter kecil (0.25-0.35 mm) adalah
sebesar 208.22 MPa, regangan 0.192%, modulus elastisitas 5.37GPa
dibandingkan kelompok serat ijuk dengan diameter besar (0.46-0.55 mm) sebesar
198.15 MPa, regangan 0.37%, modulus elastisitas 2.84 GPa. Hal ini dikarenakan
rongga pada serat berdiameter 0.46-0.55 mm lebih besar dibandingkan serat
berdiameter 0.25-0.35 mm menggunakan
larutan alkali yaitu NaOH 5% selama 2 jam., kemudian di oven dengan suhu
80
Penulis: Imam Munandar,
Shirley Savetlana, Sugiyanto
Kode Jurnal: jptmesindd130513