KAJIAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU PETUNG TAKIKAN TIPE V DENGAN JARAK 2 CM DAN 3 CM
Abstrak: Dalam industri
kontruksi, beton bertulang baja merupakan bahan konstruksi yang sering
digunakan pada struktur bangunan, dimana kuat tekan pada beton dan kuat tarik
pada baja merupakan kombinasi yang saling melengkapi. Namun demikian, penggunaan
baja sebagai tulangan masih menimbulkan beberapa kendala diantara harga yang
semakin tinggi dan merupakan produk hasil tambang yang tidak dapat diperbaharui
dan suatu saat akan habis. Untuk mengatasi kendala tersebut, sebagai alternatif
pengganti tulangan baja, maka dimamfaatkanlah bambu, dimana bambu merupakan
produk alam yang renewable, diperoleh dengan mudah, murah, dan memiliki kuat
tarik yang tinggi. Atas pemikiran tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
kuat tarik leleh bambu petung yang digunakan untuk perhitungan secara analisis
serta kapasitas lentur balok bertulangan bambu petung, dengan membuat balok
benda uji sebanyak 12 buah dengan ukuran 11 cm x 15 cm x 170 cm. Tiga balok
benda uji pertama ditanam tulangan bambu petung takikan tipe V dengan jarak
takikan 2 cm dan 3 cm untuk balok selanjutnya, selanjutnya tiga balok benda uji
ditanam tulangan baja baja Ø 8 mm dan tiga balok benda uji tanpa tulangan
sebagai pembanding. Pengujian eksperimen ini dilakukan di Laboratorium
Struktur, FT UNS, pada umur beton 28 hari dengan memberikan dua titik beban
terpusat pada jarak 1/3 bentang balok dari tumpuan. Berdasarkan analisis dan
hasil pengujian dapat diambil kesimpulan, kuat tarik leleh bambu petung sebesar
223,893 N/mm2 atau kuat tarik pada nodia, karena kuat tarik pada nodia berkisar
setengah dari kuat tarik internodia. Untuk kapasitas lentur hasil pengujian,
balok bertulangan bambu petung takikan jarak 2 cm lebih besar 4,04% dari pada
kapasitas lentur balok bertulangan baja Ø 8 mm, sedangkan untuk balok
bertulangan bambu petung takikan 3 cm didapat 2,424% lebih besar dari pada
balok bertulangan baja Ø 8 mm. Dari 12 buah balok yang diuji, rata-rata
keruntuhan terjadi pada daerah 1/3 bentang tengah balok dan dapat dikatakan
sebagai keruntuhan lentur. Dengan hasil uji eksperimen ini maka balok
bertulangan bambu petung takikan tipe V dengan jarak takikan 2 cm dan 3 cm
cukup berpotensi sebagai pengganti tulangan baja pada bangunan sederhana.
Penulis: Fitra ameldi, Agus
Setiya Budi, Supardi
Kode Jurnal: jptsipildd140637