KAJIAN KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU WULUNG TAKIKAN TIPE V SEJAJAR DAN TIDAK SEJAJAR DENGAN JARAK TAKIKAN 40 MM DAN 50 MM PADA BETON NORMAL
Abstrak: Penggunaan baja
tulangan sebagai bahan yang dipadukan dengan beton sudah dilakukan sejak lama,
hal ini disebabkan karena masing-masing material dapat saling melengkapi yaitu beton sebagai bahan yang
lemah terhadap gaya tarik
dapat diatasi dengan
adanya baja tulangan
yang kuat terhadap
gaya tarik begitu
pula sebaliknya, sehingga beton bertulang banyak digunakan sebagai bahan
bangunan sampai saat ini. Akan tetapi permasalahannya adalah
baja tulangan merupakan
bahan hasil tambang
yang tidak dapat
diperbaharui sehingga
semakin lama akan
semakin habis. Sebagai
alternatif dicoba menggunakan
tulangan yang murah, mudah
didapat dan dapat diperbaharui serta bermutu tinggi yaitu tulangan dari bahan
bambu.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji yang
digunakan adalah silinder beton dengan diameter 15 cm dan
tinggi 30 cm.
Penelitian ini menggunakan
4 macam variasi
untuk penulangan bambu,
Tulangan bambu wulung takikan sejajar dengan jarak 40 mm dan 50 mm, dan
tulangan bambu wulung takikan tidak sejajar dengan jarak takikan 40 mm dan 50
mm. Masing-masing benda uji 3 buah dengan takikan tipe V, lebar takikan 8 mm
dan kedalaman takikan 5 mm. Dimensi tulangan bambu panjang 700 mm, lebar 20 mm
dan tebal 5,2 cm. Sebagai pembanding menggunakan tulangan baja diameter 8 mm
dengan panjang 700 mm dan benda uji 3 buah. Mutu beton direncanakan dengan f’c
= 17,5 MPa. Uji lekat dilakukan pada umur beton 28 hari dengan menggunakan alat
Universal Testing Machine ( UTM ).
Penulis: Andri Mulyono, Agus
Setiya Budi, Purnawan Gunawan
Kode Jurnal: jptsipildd140667