Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko dalam Pekerjaan Pengecoran Beton untuk Proyek Gedung dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)
Abstrak: Pekerjaan konstruksi
merupakan salah satu bidang yang memiliki risiko paling besar dibandingkan
dengan industri lain. Hal ini disebabkan karena pekerjaan yang dilakukan cukup
kompleks dan membutuhkan keahlian yang tinggi. Pada setiap pembangunan gedung,
beton adalah bahan material yang paling sering digunakan sehingga pekerjaan
pengecoran beton menjadi sangat penting untuk dipahami. Berdasarkan latar
belakang diatas perlu dilakukan penelitian tentang identifikasi bahaya dan
penilaian risiko konstruksi pada pekerjaan tersebut untuk membantu mencapai
hasil yang maksimal.Data-data yang diambil berupa data primer yang didapat
wawancara, data kuisioner serta data sekunder yang didapat dari studi pustaka.
Data yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis dengan metode untuk
mengevaluasi signifikansi dari peringkat risiko dalam proyek konstruksi yaitu
dengan mengalikan tingkat keparahan dan tingkat frekuensi. Setelah itu untuk
mengetahui bobot risiko digunakan metode AHP (Analytic Hierarchy Process).
Hasil analisis menunjukkan pada pekerjaan pengecoran beton risiko yang termasuk
dalam kategori High Risk adalah ‘Ketidaksadaran Akan Keselamatan’ yang memiliki
nilai 15,5333 dan ‘Keterlambatan Kesediaan Material dan Peralatan’ yang
bernilai 10,3889. Sedangkan risiko yang memiliki nilai Risk Index paling besar
adalah Ketidaksadaran akan keselamatan (2,2693), Terpotong/terbaret/tertusuk
(peralatan/material yang berujung tajam, dll) (2,1264), dan Pekerja
terpeleset/terjatuh (2,0277). Penanganan risiko yang paling banyak dipiih oleh
responden adalah ‘Memindahkan Risiko dengan Asuransi’ dan ‘Mengurangi Risiko
Sampai Batas yang Bisa Diterima’ yang masing-masing memiliki porsi 23%.
Penulis: Widi Hartono, Hanan
Nur Rahmah, Sugiyarto
Kode Jurnal: jptsipildd160014