EVALUASI KEANDALAN BOILER UNIT 1 DAN 2 BTG (BOILER TURBINE GENERATOR) PT. SEMEN TONASA MENGGUNAKAN SOFTWARE WEIBULL ++6
ABSTRACT: Kelancaran produksi
semen di Pabrik PT. Semen Tonasa Unit IV tidak lepas dari pada kontinuitas
pelayanan energi listrik, dimana kontinuitas peralatan energi listrik itu
sendiri merupakan realisasi dari pada pengoperasian BTG Power Plant/PLTU.
Boiler merupakan suatu komponen dalam BTG Power Plant/PLTU yang berfungsi untuk
mengubah air menjadi uap melalui serangkaian proses yang kompleks dimana
didalamnya terjadi perpindahan dan konversi energi kimia ke energi panas.
Evaluasi kinerja boiler pada BTG Power Plant/PLTU ini dari segi keandalannya,
dimana keandalan BTG Power Plant/PLTU ini berkaitan dengan frekuensi waktu
kegagalan dan frekuensi downtime. Data yang diperoleh berupa data time to
failure (TTF) dan time to repaire (TTR). Tahapan selanjutnya dengan bantuan
software Weibull ++6 dilakukan pengujian distribusi untuk mengetahui distribusi
yang paling sesuai. Berdasarkan parameter-parameter distribusi yang diperoleh
akan dapat ditentukan mean time to failure (MTTF) dan mean time to repaire
(MTTR), selanjutnya mengitung nilai fungsi distribusi kumulatif (cumulative
distribution function), nilai keandalan (reliability), nilai laju kegagalan
(failure rate), nilai ketersediaan (availability), dan nilai keterawatan
(maintainability). Selanjutnya kita mencari nilai reliability usulan preventive
maintenance yang kemudian diperoleh waktu untuk melakukan tindakan preventive
maintenance. Dari penelitian diperoleh nilai MTTF untuk boiler unit I adalah
3904,106304 jam dengan MTTR sebesar 39,26506707 jam, sedangkan untuk boiler
unit II nilai MTTF adalah 2435,8519 jam dengan nilai MTTR sebesar 22,59684237
jam. Keandalan Boiler unit I meliputi: Cumulative Distribution Function (CDF) =
53,73%, Reliability R(t) = 46,26%, failure rate λ(t) =0,000423287 failure/Jam,
Maintanibility M(t) = 60,91 %, Availability (A) = 99,0042%. Sedangkan Keandalan
Boiler unit II meliputi: Cumulative Distribution Function (CDF) = 50%,
Reliability R(t) = 50%, failure rate λ(t) = 0,000541666 failure/Jam,
Maintanibility M(t) = 64,07%, Availability (A) = 99,0808%. Nilai reliability
dari boiler unit I sesudah menerapkan usulan preventive maintenance yaitu
78,87% yang meningkat sebesar 32,61%, sedangkan boiler unit II sesudah
menerapkan usulan preventive maintenance yaitu 63,24% yang meningkat sebesar
13,24%.
Kata Kunci: Boiler,
time to failure
(TTF), time to
repaire (TTR), keandalan, Weibull++6, preventive
maintenance
Penulis: Akhmad Taufik,
Arifuddin
Kode Jurnal: jptmesindd130521