ANALISIS PRODUKTIVITAS JUMLAH TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN PASANGAN BATA DENGAN METODE WORK STUDY
ABSTRACT: Salah satu pekerjaan
pada proyek konstruksi yang mempunyai volume pekerjaan dan jumlah tenaga kerja
yang cukup besar adalah pekerjaan dinding atau pasangan bata. Volume yang besar
akan sebanding dengan biaya yang besar pula, maka produktifitas tenaga kerja harus
dimaksimalkan guna meminimalisasi anggaran dan waktu penyelesaian proyek. Ada
banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja, di antaranya adalah
waktu menganggur, umur, dll. Maka penting untuk dilakukannya penelitian
mengenai produktifitas tenaga kerja berdasarkan efektivitas jumlah kelompok
kerja (work study) dalam menyelesaikan pekerjaan pasangan bata agar suatu
proyek dapat berjalan secara efektif.
Penelitian mengenai analisa perbandingan harga satuan pekerjaan pasangan
bata berdasarkan SNI dan Work Study ini dilakukan dengan metode analisa SNI dan
analisa Penelitian Work Study. Objek penelitian ini adalah proyek pembangunan
rumah sederhana di Nurasa Regency Nganjuk. Perhitungan dengan metode SNI
menggunakan koefisien yang ada pada SNI sedangkan perhitungan Work Study
menggunakan koefisien yang didapat melalui penelitian dan hasil yang
ditunjukkan dalam metode Work Study. Setelah dilakukan pengolahan, diperoleh
hasil pada pembangunan proyek tersebut. metode yang digunakan adalah SNI 6897-2008
dengan nomor analisa 6.9 untuk pekerjaan 1 m2 pasangan dinding bata merah
ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP. Pada
pelaksanaan di lapangan metode bahan yang digunakan adalah metode SNI namun
untuk jumlah pekerja dan waktu kerja disesuaikan pada kondisi lapangan di mana
mungkin terdapat perbedaan antara SNI dan lapangan. Metode pelaksanaan di
proyek saat dilakukan penelitian tidak sesuai dengan SNI, karena pada saat
penelitian di lapangan digunakan beberapa kelompok kerja yang berbeda. Hal ini
tentu mempengaruhi biaya pada pelaksanaan, di mana jumlah tukang atau pekerja
yang berbeda mengakibatkan perbedaan biaya yang cukup besar pula. Selain itu
beberapa hal yang membuat harga menjadi jauh berbeda dan berada di luar batasan
masalah harus dihilangkan demi mendapatkan hasil yang benar – benar dapat
dibandingkan dengan SNI. Beberapa hal yang dihilangkan atau diabaikan antara
lain adalah pekerjaan persiapan, pekerjaan benangan, kepala tukang, dan mandor.
Rencana anggaran biaya pekerjaan pasangan bata per meter persegi menurut
SNI adalah Rp 86,472.50. Rencana anggaran biaya pekerjaan pasangan bata per
meter persegi dengan metode Work Study adalah Rp 77,395.50. Sehingga
perbandingannya selisih biaya pekerjaan pasangan bata per meter persegi antara
SNI dan metode Work Study adalah Rp 9,076.50.
Penulis: Nico Hartono, M.
Hamzah Hasyim, Saifoe El Unas
Kode Jurnal: jptsipildd160170