ANALISIS DAN IDENTIFIKASI SISA MATERIAL KONTRUKSI PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR DAN RUMAH DINAS KELURAHAN GILINGAN (STUDI KASUS GEDUNG KELURAHAN DAN RUMAH DINAS KELURAHAN GILINGAN)
Abstrak: Sisa material
konstruksi dapat dijadikan tolak ukur kesuksesan dari proyek konstruksi.
Semakin sedikit sisa material konstruksi semakin bagus dalam proyek konstruksi
tersebut. Menimbang performa kontraktor pelaksana pada proyek pembangunan
gedung kantor kelurahan dalam melaksanakan proyek konstruksi perlu diadakan
kajian tentang sisa material yang dihasilkan pada proyek pembangunan gedung
kantor kelurahan. Langkah awal mengidentifikasi pengadaan material yang
digunakan dalam proyek konstruksi menggunakan data sekunder yaitu laporan
harian dan gambar rencana. Pengamatan dan wawancara langsung dengan pelaku di
lapangan didapat data primer berupa overlap material yang terdapat di lapangan.
Menggunakan bantuan metode hukum pareto didapat delapan jenis material yang
kemudian diteliti sisa material dominan yang dihasilkan. Hasil kajian yang
dilakukan menunjukkan bahwa dari delapan sisa material yang diteliti didapat
sisa material bata merah paling dominan (21,84%) disusul keramik 40x40
(21,07%). Bata merah digunakan untuk bahan tambah material timbunan sedangkan
keramik dibuang.
Penulis: Widi Hartono,
Sugiyarto, Sukho Baskoro
Kode Jurnal: jptsipildd160016