ANALISA LAJU KOROSI PADA STAINLESS STEEL 430 MENGGUNAKAN METODE ASTM G31-72 PADA MEDIA AIR NIRA LONTAR
Abstrak: Korosi merupakan proses
dimana logam berubah bentuk struktur kimiawinya akibat beraksi dengan zat kimia
di lingkungan. Korosi merupakan masalah yang banyak dihadapi oleh semua orang,
khususnya orang-orang yang bergerak dibidang industri produk nata dari air nira
lontar. Stainless steel 430 sebagai material bak air nira lontar. Air nira
lontar merupakan bahan utama pembuatan nata. Sehingga perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar laju korosi agar bisa
mengantisipasi waktu pengkorosian stainless steel 430 serta mencegah kandungan
nira bahan baku nata agar tidak tercampur dengan unsur logam. Penelitian ini
menggunakan metode eksperimen. Objek penelitian menggunakan stainless steel 430
dengan ukuran spesimen 30mm x 10mm x 2mm. Spesimen yang diujikan dalam
penelitian ini ada 6 spesimen yang akan mendapatkan perlakuan berbeda yaitu
berbeda variasi temperature dan waktu. Menggunakan metode kehilangan berat
(weight loss) sesuai ASTM G31-72 dengan pemilihan volume 0,2 dari permukaan
spesimen. Dilakukan uji SEM-EDX (Scanning Electron Microscope Energy Dispersive
X-ray) setelah dilakukan uji rendam untuk mengetahui kandungan dan analisis
material yang terkorosi dengan perbesaran struktur pada stainless steel 430
tersebut. Untuk perendaman dalam air nira lontar dengan pH 3,9 laju korosi
terbesarnya adalah 16,397 mm/year. Laju korosi terbesar terjadi pada temperatur
110°C selama 5 hari. Sedangkan laju korosi terkecil sebesar 2,894 mm/year
terjadi pada temperatur ±26°C selama 7 hari. Temperatur dan waktu berpengaruh
terhadap laju korosi. Laju korosi terbesar terjadi pada temperatur tinggi,
tetapi semakin lama waktu perendaman laju korosi akan semakin menurun. Jenis
korosi yang terlihat merupakan korosi seragam, celah, sumuran dan korosi
tegangan setelah dilakukan uji struktur mikro pada stainless steel 430.
Penulis: Ainurizal Hilmi, Dwi
Heru Sutjahjo
Kode Jurnal: jptmesindd150186