PERILAKU SEKSUAL REMAJA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk memperoleh gambaran perilaku seksual remaja mahasiswa Fakultas
Teknik Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam
penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya
tahun angkatan 2011, 2012, dan 2013 yang berjumlah 2887. Teknik pengambilan sampel
dalam penelitian ini adalah probability sampling. Penggunaan probability
sampling dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling.
Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 310 mahasiswa. Sampel penelitian dipilih
di tujuhbelas program studi Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya tahun
angkatan 2011, 2012, dan 2013. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa bentuk
perilaku seksual yang dilakukan mahasiswa yakni 84% berpegangan tangan, 68%
berpelukan, 71% berciuman, 35% meraba bagian tubuh yang sensitif, 27% petting,
29% oral seks, 24% hubungan seksual, dan 21% kekerasan seksual. Faktor penyebab
yang mendorong mahasiswa untuk melakukan perilaku seksual meliputi faktor
internal dan faktor eksternal. Beberapa dampak yang dirasakan ketika melakukan
perilaku seksual yaitu dampak fisik, dampak psikologis, dan dampak sosial.
Beberapa lokasi mahasiswa melakukan perilaku seksual yang telah diteliti
didapat hasil 24% melakukan di kampus, 26% di kos/kontrakan, 32% di tempat
hiburan, 43% di rumah, 25% di bioskop, 25% di cafe, 2% di kantor, 12% di mobil,
12% di hotel, dan 4% di tempat lain. Beberapa persepsi mahasiswa tentang seks
meliputi menganggap seks hal yang tabu, menganggap seks hal yang biasa, dan
menganggap seks hal yang penting. Beberapa harapan di masa mendatang mengenai
tipe pasangan didapat hasil 71% menginginkan pasangan hidup yang gairah
seksualnya normal, 3% menginginkan gairah seksual rendah, dan 28% menginginkan
gairah seksual tinggi. Beberapa harapan masa depan mengenai perilaku seksual
yang telah diteliti didapat hasil 27% ingin berhenti, 16% tetap melakukan, 57%
berhenti dan menikah.
Penulis: SEPTIANI WULANDARI,
TAMSIL MUIS
Kode Jurnal: jpbkdd140360