PENGGUNAAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA LAYANAN INFORMASI DI SMP NEGERI 2 NGORO
ABSTRAK: Layanan informasi
berupaya memenuhi kekurangan seseorang akan informasi yang dibutuhkan. Dalam
layanan ini diberikan berbagai informasi yang akan digunakan oleh individu
untuk kepentingan hidup dan perkembangannya. Layanan informasi yang masih
bersifat tradisional atau menggunakan metode ceramah saja, membuat tingkat
keaktifan siswa dalam mengikuti layanan informasi menjadi menurun karena siswa
merasa bosan dan jenuh. Sebagai bentuk komunikasi, layanan bimbingan dan
konseling sangat membutuhkan peran media untuk lebih meningkatkan tingkat
keefektifan pencapaian tujuan. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru
ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Agar menunjang kemudahan siswa
dalam memahami berbagai informasi yang disampaikan oleh konselor atau guru BK
melalui layanan informasi, dapat digunakan media video. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji penggunaan media video untuk meningkatkan keaktifan
siswa pada layanan informasi di SMP Negeri 2 Ngoro.
Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah pre-experimental
dengan one group pre-test post-test. Alat pengumpul data yang di pakai adalah
angket untuk mendapatkan data keaktifan siswa yang rendah pada layanan
informasi, observasi dan dokumentasi sebagai data pelengkap. Subyek dalam
penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Ngoro yang berjumlah 6
siswa dan memiliki keaktifan yang rendah pada layanan informasi. Pemilihan
subyek penelitian dengan menggunakan teknik nonprobability sampling jenis
purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non
parametrik dengan menggunakan uji tanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai
ρ = 0,016 lebih kecil dari α = 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan
keaktifan siswa sebelum dan sesudah pemberian layanan informasi dengan
menggunakan media video. Berdasarkan hasil penghitungan di atas mean pre-test
sebesar 170,3 mean post-test sebesar 203,1, dan selisih antara mean pre-test
dan post-test sebesar 32,8. Dengan demikian
ditolak dan diterima. Dan
hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yang berbunyi “ada peningkatan
keaktifan siswa pada layanan informasi antara sebelum dan sesuadah penggunaan
media video dapat diterima.” Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media
video dapat meningkatkan keaktifan siswa pada layanan informasi di SMP Negeri 2
Ngoro.
Penulis: NOVIE PUSPITASARI
KORIDA, MOHAMMAD NURSALIM
Kode Jurnal: jpbkdd130585