PENGARUH PEMAPARAN BUNYI “BELALANG” (Dissosteira carolina) PADA PEAK FREQUENCY (4,500±0,004)103 Hz DENGAN VARIASI DOSIS PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN BAWANG MERAH JENIS BIRU (Allium ascalonicum L)
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan ini untuk mengetahui pengaruh pemaparan bunyi belalang (Dissosteira
carolina) pada peak frequency (4,500±0,004)103 Hzterhadap (1) perbedaan
parameter pertumbuhan tanaman perlakuan dan kontrol pada setiap dosis pupuk,
(2) produktivitas tanaman paling baik
berdasarkan dosis, (3) perubahan luas bukaan stomata sebelum, saat, dan setelah
pemaparan bunyi, (4) distribusi keras lemah bunyi yang ideal untuk memperoleh
laju pertumbuhan dan produktivitas maksimal dari bawang merah.
Sumber bunyi yang digunakan adalah suara asli serangga “belalang”
(Dissosteira carolina) yang dimanipulasi dengan program Sound Forge Pro 11.0,
sehingga diperoleh peak frequency (4,500±0,004)103 Hz. Bunyi dipaparkan selama
1 jam dari pukul 07.00-08.00 dan 16.00-17.00. Sampel yang digunakan berjumlah
100 tanaman yang dibagi menjadi 2 dosis pemberian pupuk, yaitu dosis 100% dan
125%.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemaparan bunyi memberikan
hasil lebih baik terhadap pertumbuhan. Luas bukaan stomata saat perlakuan bunyi
(752,82±1,11)µm2 lebih besar daripada sebelum perlakuan (586,32±136,99)µm2
namun mengalami penyusutan sesudah perlakuan, yaitu (488,58±121,77)µm2. Hasil
uji-t menunjukkan bahwa pertumbuhan panjang dan jumlah daun terdapat perbedaan
yang signifikan. Produktivitas perlakuan dosis 100% (119,2±0,7) g per tanaman,
dosis 125% (122,0±0,6) g per tanaman
kontrol. Distribusi keras lemah bunyi yang ideal bagi tanaman bawang
merah adalah pada jarak 100 sampai dengan 160 cm dari sumber bunyi.
Penulis: SISCA OLICIA
Kode Jurnal: jpfisikadd150268