PENGARUH PAPARAN BUNYI GARENGPUNG (Dundubia mannifera) TERMANIPULASI PADA PEAK FREQUENCY (4 ,01±0,0 1)x103 Hz DENGAN VARIASI DOSIS PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis)
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk (1) mengetahui laju pertumbuhan diameter batang dan tinggi
tanaman yang terbaik pada kelompok tanaman perlakuan ditinjau dari variasi
dosis pupuk, (2) mengetahui perubahan luas bukaan stomata daun tanaman sebelum,
saat, dan sesudah paparan bunyi, (3) mengetahui karakteristik fungsi distribusi
intensitas bunyi terhadap variasi jarak perekaman menggunakan mic condenser,
dan (4) mengetahui interval nilai kuat lemah bunyi yang tepat untuk pertumbuhan
bibit tanaman karet.
Obyek yang digunakan adalah bibit tanaman karet (Hevea brasilensis) biji
klon PR 300, sedangkan bunyi yang digunakan adalah bunyi binatang garengpung
(Dundubia mannifera) termanipulasi pada peak frequency (4,01±0,01)x103 Hz. Laju
pertumbuhan diperoleh dari nilai slope atau gradien garis fitting grafik
pertumbuhan diameter batang dan tinggi tanaman menggunakan program Origin Pro
9. Ukuran luas bukaan stomata diperoleh dengan bantuan program OptiLab yang
selanjutnya dianalisis menggunakan persamaan luas bidang ellips. Karakteristik
fungsi distribusi intensitas bunyi diperoleh dari grafik hubungan antara
intensitas bunyi dengan jarak perekaman menggunakan mic condenser yang
selanjutnya dianalisis dengan fitting garis y=a*x-2 . Kuat lemah bunyi diperoleh dari spectrum
analysis dengan program Sound Forge Pro 11, sedangkan interval kuat lemah bunyi
ditentukan berdasarkan bedeng tanaman dengan laju pertumbuhan terbaik pada
setiap variasi dosis pupuk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kelompok tanaman dengan laju
pertumbuhan terbaik adalah kelompok tanaman perlakuan pada dosis pupuk 50%
dengan laju pertumbuhan diameter batang sebesar (0,026 ± 0,001) cm/minggu dan
kelompok tanaman perlakuan pada dosis pupuk 50% dengan laju pertumbuhan tinggi
tanaman sebesar (2,2±0,1) cm/minggu, (2) perubahan luas bukaan stomata sebelum
paparan bunyi sebesar (2,5±0,2) µm2, saat paparan bunyi sebesar (2,8±0,3) µm2,
dan setelah paparan bunyi sebesar (2,7±0,9) µm2, (3) karakteristik fungsi
distribusi intensitas bunyi terhadap variasi jarak perekaman adalah terjadinya
pelemahan bunyi seiring bertambahnya jarak suatu titik terhadap sumber bunyi,
dan (4) interval nilai kuat lemah bunyi yang tepat untuk pertumbuhan bibit
tanaman karet adalah dari 80,2 dB sampai 83,2 dB.
Penulis: BAGUS WULANDONO
Kode Jurnal: jpfisikadd150256