PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) PADA MATERI IPS (MASA PRA AKSARA DI INDONESIA) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII-E SMP NEGERI 30 SURABAYA
ABSTRAK: Pembelajaran IPS
merupakan sistem pembelajaran yang membahas, menyoroti, menelaah, mengkaji
gejala atau masalah sosial dari berbagai aspek kehidupan, atau melakukan
interelasi antar berbagai aspek kehidupan sosial dalam membahas masalah sosial.
Untuk memperdalam pengetahuan peserta didik tentang IPS, maka peserta didik
harus memperkuat pondasi pengetahuan mengenai materi pra aksara. Diperlukan
strategi pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kondisi pembelajaran peserta
didik supaya dapat meningkatkan motivasi pembelajaran peserta didik, salah
satunya adalah model pembelajaran group investigation. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS (sejarah) dengan menerapkan
model pembelajaran Group Investigation (GI).
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), dalam
penelitian ini dibagi menjadi 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap,
yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini mengambil
subyek peserta didik kelas VII-E SMP Negeri 30 Surabaya yang berjumlah 38
peserta didik dan sedang mendapatkan materi pembelajaran materi praaksara di
Indonesia. Data yang berhasil diperoleh akan diolah menggunakan deskriptif
kualitatif
Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar para
peserta didik antara pra siklus (58,89), siklus I (74,73) dan siklus II (80,15)
serta terdapat perbedaan ketuntasan klasikal antara pra siklus (13,2%), siklus
I (81,57%) dan siklus II (81,57%).Terdapat peningkatan hasil belajar peserta
didik dari pra siklus I ke siklus I sebanyak 15,84 poin, dan dari siklus I ke
siklus II sebanyak 5,42 poin. Dari penelitian ini dapat disimpulkan
keberhasilan peningkatan rata-rata hasil belajar peserta didik menjadi 80,15
disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran yang inovatif yaitu model
pembelajaran Group Investigation. Dimana pada model pembelajaran tersebut, para
peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok untuk membahas
materi tersebut bersama-sama. Selain itu sebaiknya dalam setiap proses kegiatan
pembelajaran guru dituntut untuk kreatif dalam proses pembelajaran dengan
menyesuaikan model pembelajaran dengan materi ajar sehingga peserta didik tidak
merasa bosan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Penulis: I GUSTI PUTU ADI W D,
SEPTINA ALRIANINGRUM
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140324