HUBUNGAN ANTARA PENALARAN MORAL DENGAN KECERDASAN SPIRITUAL PADA SISWA KELAS XI DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui: 1) penalaran moral siswa kelas XI di SMK
Muhammadiyah 3 Yogyakarta, 2) kecerdasan spiritual pada siswa kelas XI di SMK
Muhammadiyah 3 Yogyakarta, 3) hubungan antara penalaran moral dengan kecerdasan
spiritual pada siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Penelitian ini
merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.
Subyek pada penelitian ini yaitu siswa kelas XI dengan populasi 456 siswa.
Sampel penelitian ini berjumlah 137 siswa. Teknik pengambilan sampel penelitian
dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Instrumen pengumpulan data
menggunakan skala penalaran moral dan kecerdasan spiritual. Teknik analisis
data menggunakan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan
linearitas. Pengujian hipotesis menggunakan korelasi product moment untuk
menguji hubungan variabel dengan tingkat signifikansi hasil analisis ditentukan
sebesar 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan sebagai
berikut: 1) penalaran moral pada siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 3
Yogyakarta sebagian besar berada pada tingkat moralitas pasca-konvensional
tahap V orientasi kontrak sosial legalistis sebanyak 55 siswa (40%), 2)
kecerdasan spiritual pada siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta
sebagian besar berada pada kategori tinggi sebanyak 105 siswa (77%), 3) tidak
terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penalaran moral dengan
kecerdasan spiritual pada siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, hal
ini ditunjukkan dari koefisien korelasi (r) sebesar -0,036 dan p=0,673 yang
berarti lebih dari 0,05 (p>0,05). Tidak adanya hubungan antara penalaran
moral dengan kecerdasan spiritual dalam penelitian ini kemungkinan dipengaruhi
oleh beberapa faktor eksternal dan internal, diantaranya: pola asuh orang tua,
tingkat Intelligence Quetiont (IQ), dan kecerdasan emosi. Selain dari faktor
eksternal dan internal tersebut, mungkin ada faktor-faktor lain yang
mempengaruhi tidak adanya hubungan antara penalaran moral dengan kecerdasan
spiritual yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
Penulis: Wandari Arifia
Lathifa
Kode Jurnal: jpbkdd150251