Struktur Komunitas Kepiting Intertidal pada Mangrove yang Terdegradasi di Segara Anakan Cilacap
Abstrak: Kepiting intertidal
merupakan makrobenthos yang
ditemukan hidup pada
sedimen dan keberadaannya sangat
mempengaruhi produktivitas primer di ekosistem mangrove. Kawasan mangrove Segara
Anakan merupakan yang terluas di Pulau Jawa dan mengalami banyak tekanan saat
ini, terutama dari aktivitas manusia di sekitarnya. Tujuan penelitian adalah
untuk: 1) Mengetahui struktur komunitas kepiting intertidal
yang berbeda pada
mangrove yang terdegradasi
di Segara Anakan Cilacap;
2) Mengetahui tekstur sedimen yang berbeda pada mangrove yang
terdegradasi di Segara Anakan Cilacap. Penelitian struktur komunitas kepiting
intertidal dan tekstur sedimen dilakukan di dua area mangrove berdasarkan
prosentase tutupan kanopi mangrove dengan masing-masing dua stasiun seperti
area mangrove normal (80% tutupan kanopi mangrove dan area mangrove rusak (30%
tutupan kanopi mangrove).
Penelitian struktur komunitas
kepiting dilakukan dengan
metode survey secara
cluster sampling pada bulan
Januari-Maret 2013. Struktur
komunitas kepiting intertidal
berbeda di area mangrove baik dan mangrove rusak. Di
area mangrove baik, jumlah spesies kepiting intertidal yang ditemukan lebih
banyak (15 spesies) dengan jumlah individu lebih sedikit (592 individu)
dibandingkan di area mangrove rusak (14 spesies) dengan jumlah individu (845
individu). Area mangrove baik memiliki tekstur sedimen clayey silt, sedangkan
area mangrove rusak memiliki tekstur sedimen sand silt clay.
Penulis: Marista Zalindri dan Moh. Husein Sastranegara
Kode Jurnal: jpbiologidd140930