PERFORMA JUMLAH DAN DIFERENSIASI SEL HEMOSIT JUVENIL UDANG WINDU (Penaeus monodon Fabr.) PADA PEMELIHARAAN DENGAN TINGKAT TEKNOLOGI BUDIDAYA YANG BERBEDA

Abstrak:  Performa  Jumlah  dan  Diferensiasi  Sel  Hemosit  Juvenil  Udang  Windu  (Penaeus Monodon  Fabr.)  pada  Pemeliharaan  dengan  Tingkat  Teknologi  Budidaya  yang  Berbeda. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengkaji  performa  jumlah  hemosit  dan  diferensiasi  sel  hemosit juvenil  udang  windu,  pada  pemeliharaan  dengan  tingkat  teknologi  yang  berbeda.  Penelitian dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel langsung ke lokasi tambak intensif dan tambak tradisional. Frekuensi pengambilan sampel 2 kali dengan interval waktu 15 hari pada saat juvenil udang  windu  berumur  ±  2  bulan.  Parameter  hemolimfe  yang  diamati  adalah  jumlah  hemosit, persentase  diferensiasi  hemosit  berdasarkan  tipe  selnya.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa terjadi peningkatan jumlah  hemosit juvenil  udang  windu pada pemantauan pukul 16:30, masing-masing  naik  dari  30×106  sel/ml  pada  tambak  tradisional,  dan  34.8×106  sel/ml  pada  tambak intensif.  Pada  pemantauan  pukul  12:00,  menjadi  68.7×106  sel/ml  tambak  tradisional  dan  64,8 ×106 sel/ml pada tambak intensif. Selanjutnya menurun menjelang pukul 4:30 menjadi 29,6×106 sel/ml pada tambak intensif dan 33.6×106 sel/ml pada tambak tradisional. Selanjtunya, persentase sel hyalin lebih tinggi (54-61%) pada tambak tradisional dibandingkan sel globular (33–35%) dan sel semiglobular (7-14%), namun pada tambak intensif sel globular lebih tinggi dibandingkan sel hyalin  dan  sel  globular  pada  setiap  pemantauan  selama  24  jam.  Kenyataan  ini  menunjukkan bahwa kondisi vitalitas juvenil udang windu yang dipelihara pada tambak tradisional lebih prima dibandingkan pada tambak intensif yang diduga rentan terhadap stress terutama menjelang subuh (pukul 4:30).
Kata kunci: juvenil udang windu, jumlah hemosit, komposisi diferensiasi sel hemosit, teknologi  budidaya intensif dan tradisional
Penulis: Hartinah, La Paturusi La Sennung dan Rimal Hamal 
Kode Jurnal: jpbiologidd141003

Artikel Terkait :