PERANAN ISOLAT BAKTERI INDIGENOUS SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI PERAIRAN YANG TERKONTAMINASI URANIUM
Abstrak: Telah dilakukan
penelitian peran isolat bakteri indigenous sebagai agen bioremediasi perairan
yang terkontaminasi uranium. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji peranan
Bacillus sp dan Pseudomonas sp yang diisolasi dari limbah uranium cair
aktivitas rendah untuk dimanfaatkan sebagai agen bioremediasi radionuklida
tersebut di lingkungan yang mencakup : efisiensi dan lokasi pengikatan uranium,
perbandingan efisiensi pengikatannya dengan bakteri non indigenous serta
pengaruh pemberian stimulan. Pengujian kemampuan pengurangan konsentrasi
uranium dilakukan dengan penimbangan biomassa bakteri tersebut, sedangkan
pengukuran konsentrasi uranium dilakukan menggunakan spektrofotometer. Penentuan
letak pengikatan uranium oleh bakteri dilakukan dengan cara mensuspensikan
pellet ke dalam aquadest steril. Penambahan stimulan asam asetat dilakukan
dengan variasi konsentrasi 1, 2 dan 3 mM dan volume 1,5 ml; 3,5 ml; 5,5 ml dan
7,5 ml. Diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : efisiensi pengurangan
uranium untuk isolat bakteri indigenous yaitu Pseudomonas sp sebesar 84,99 %
dan Bacillus sp efisiensinya sebesar 52,70 %; sedangkan untuk isolat bakteri
non indigenous yaitu Pseudomonas aeruginosa sebesar 78,47 % dan Bacillus
subtilis sebesar 45,22 %, setelah waktu inkubasi 54 jam. Lokasi pengikatan
uranium yang dominan terdapat pada dinding sel. Penambahan stimulan asam asetat
berpengaruh terhadap rentang waktu pencapaian fase pertumbuhan. Berdasarkan hasil
penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa isolat Pseudomonas sp.
dan Bacillus sp. indigenous yang diisolasi dari limbah uranium cair aktivitas
rendah dapat berperan sebagai agen bioremediasi perairan yang terkontaminasi
uranium sampai dengan konsentrasi 60 ppm, dengan rerata efisiensi pengikatan
yang lebih tinggi dibandingkan bakteri non indigenous yaitu 52,70 % - 84,99 %.
waktu inkubasi 54 jam. Penambahan stimulan asam asetat dapat meningkatkan
efisiensinya menjadi 99,8 %.
Penulis: Mochd Yasid
Kode Jurnal: jpkimiadd140732