PENGARUH PROSES HYDROTERMAL, KARBONISASI DAN OKSIDASI TERHADAP PERUBAHAN KOMPOSISI MASERAL PADA BATUBARA
Abstrak: Batubara mempunyai
karakteristik dan kualitas yang bervariasi, baik di lihat dari jenis
(komposisi, kimia, maseral dan sifat fisik) maupun peringkatnya. Dalam
penelitian ini petrografi batubara digunakan untuk melihat perubahan komposisi
maseral dan menentukan peringkatdengan metode analisis reflektansi vitrinit.
Pada proses hydrothermal di dapat bahwa kandungan liptinit menghilang pada suhu
350°C hal ini di karenakan kandungan zat terbang menguap, pada proses
karbonisasi 300°C terlihat kandungan vitrinit meningkat hal ini dikarenakan
selama proses karbonisasi kandungan karbon padat bertambah, sedangkan pada
proses oksidasi 300°C maseral inertinit terlihat reactive hal ini dikarenakan
maseral inertinit berasal dari komponen maseral yang mengalami oksidasi atau
pembakaran. Hubungan antara komposisi maseral dengan karakteristik batubara
dapat di lihat bahwa semakin bertambahnya kandungan vitrinit maka karbon padat
akan meningkat, penurunan maseral liptinit yang memiliki kandungan zat terbang
paling tinggi juga dapat dibuktikan dari hasil analisis kadar zat terbang yang
menurun, apabila kandungan liptinit berkurang dan vitrinit bertambah maka akan
mempengaruhi karakteristik batubara tersebutterlihat pada proses hydrothermal
berdasarkan analisis reflektansi vitrinit Batubara Wahau, Kalimantan Timur yang
semula berjenis Batubara Lignit RV max 0,26 %, pada suhu 350°C = RV max 0,87 %
menurut standar ASTM termasuk dalam kelas High Volatile Bituminous, sedangkan
karbonisasi dan oksidasi pada suhu tertinggi yaitu 300°C nilai RV max 0,34 %
untuk karbonisasi dan untuk oksidasi RV max 0,32 % yaitu keduanya masih batubara
Lignit,hal ini dapat di lihat bahwa proses hydrothermal mengalami proses
pembatubaraan sedangkan proses karbonisasi dan proses oksidasi tidak.
Penulis: Sherly Andalia
Gusnadi, Rr. Harminuke Eko Handayani
Kode Jurnal: jpkimiadd150438