PENENTUAN UREA DALAM SERUM DARAH DENGAN BIOSENSOR KONDUKTOMETRI Screen Printed Carbon Electrode (SPCE) – NATA DE COCO
ABSTRAK: Urea merupakan hasil
samping degradasi protein pada serum normal berkisar 10,7 sampai 42,8 mg/dL.
Biosensor konduktometri untuk penentuan urea dalam serum darah didasarkan pada
reaksi hidrolisis urea oleh urease menghasilkan amonia (NH 3 ) dan karbon
dioksida (CO 2 ) yang terionisasi dalam air. Pada penelitian ini, kondisi
optimum dari massa urease, ketebalan membran nata de coco, dan pH larutan urea
dipelajari untuk menentukan kinerja biosensor ketika biosensor diaplikasikan
untuk sampel serum darah. Biosensor ini dibuat dari SPCE (Screen Printed Carbon
Electrode) yang dilapisi nata de coco teramobil urease. Pengamatan kinerja
biosensor dilakukan pada pH (6; 7; 8; 9), massa urease (0,1; 0,5 ; 1,0; dan 1,5
µg), dan ketebalan membran (5; 10; 15 µm) pada kisaran konsentrasi urea yang 0 hingga
5 ppm dalam buffer fosfat 0,01 M pH 8 dan luas SPCE 5 mm 2 . Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kinerja optimum dihasilkan pada massa enzim 1 µg; ketebalan membran 5 µm;
dan pH larutan 8, dengan kepekaan 14,8 µS/ppm, batas deteksi 0,035 ppm, dan
kisaran konsentrasi urea 0,035 ppm hingga 0,4 ppm. Biosensor ini memiliki
akurasi 73 – 87% saat diaplikasikan dalam sampel serum darah.
Penulis: Sendy Kurniawan, Dian
Nur Fajariati, Helmi Auliyah Istiqomah, Oki Mandalia Antasari, Ani Mulyasuryani
Kode Jurnal: jpkimiadd150419