PEMURNIAN ASAP CAIR DARI KULIT DURIAN DENGAN MENGGUNAKAN ARANG AKTIF
ABSTRAK: Limbah kulit durian
dapat diolah menghasilkan asap cair dan karbon aktif dengan metode pirolisis.
Untuk menghasilkan asap cair yang dapat digunakan sebagai pengawet makanan, asap
cair perlu di proses dengan metode pemurnian seperti destilasi, pemurnian dengan
zeolit aktif dan arang aktif. Hasil karakterisasi asap cair dari kulit durian
hasil pirolisis, destilasi, pemurnian dengan zeolit aktif dan pemurnian dengan
arang aktif diperoleh nilai pH berturut-turut 4,09; 3,24; 3,46; dan 2,09. Kadar
asam asetat berturut-turut 6,07; 7,59; 9,11; dan 10,63 (mg/L). Berdasarkan
karakteristik komponen senyawa menggunakan GC-MS asap cair hasil pirolisis
terdeteksi 17 senyawa, asap cair hasil destilasi 12 senyawa, asap cair
pemurnian zeolit aktif 10 senyawa dan asap cair pemurnian arang aktif 6 senyawa
dengan mayoritas komponen senyawa terdiri dari asam asetat, fenol dan karbonil
serta tidak mengandung senyawa karsinogenik, sehingga asap cair dari kulit
durian dapat digunakan sebagai pengawet makanan.
Penulis: Adhitya Rinaldi,
Alimuddin, Aman Sentosa Panggabean
Kode Jurnal: jpkimiadd150433