PEMBUATAN BIOETANOL DARI JERAMI PADI DENGAN METODE OZONOLISIS – SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION (SSF)
Abstrak: Jerami padi
dapat di manfaatkan
untuk pembuatan energi
alternatif. Hal ini
dikarenakan jerami padi mengandung lignosellulosa yang
merupakan bahan baku
bioetanol generasi-2. Proses
hidrolisis dan fermentasi untuk
memproduksi bioetanol biasanya
dilakukan secara terpisah
atau disebut Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF).
Namun proses tersebut masih kurang efektif karena dilakukan dalam dua buah
reaktor dan tidak
dilakukan secara berkelanjutan
atau simultan. Untuk
mengatasi masalah ini, dilakukan proses
Simultaneous
Saccharification and Fermentation
(SSF). Kelebihan proses
ini tanpa melalui tenggang
waktu yang lama,
dilakukan dalam satu
reaktor sehingga dapat
menghemat biaya. Pretreatment yang
dilakukan untuk menguraikan
senyawa lignin yang
mengikat selulosa adalah
proses alkaline pretreatment dan ozonolisis. Ozon dapat digunakan untuk
mendegradasi lignin dan hemiselulosa pada
kebanyakan bahan-bahan biomassa
seperti residu hasil
pertanian, bagas, jerami,
batang jagung, potongan kayu.
Metode ini meningkatkan
kecepatan hidrolisis enzim.
Proses ini juga
sangat efektif menyisihkan lignin
dan proses tidak
menghasilkan residu beracun.
Pada penelitian ini
variabel yang digunakan adalah
lamanya waktu tinggal
proses Simultaneous Saccharification and Fermentation
(SSF) dan konsentrasi ragi saccharomyces cereviceae. Waktu tinggal yang
digunakan mulai dari 3, 4, 5, 6 dan 7 hari. Sedangkan konsentrasi ragi
saccharomyces cereviceae yang digunakan adalah 10%; 20%; 30%; dan 40%. Dari
hasil penelitian yang
dilakukan didapat kadar
etanol yang tertinggi
5,65336% dengan waktu tinggal 7 hari dan konsentrasi ragi
saccharomyces cereviceae 40%.
Kata kunci: Bioetanol,
Jerami Padi, Ozonolisis,
Simultaneous Saccharification and
Fermentation (SSF)
Penulis: Novia, Astriana
Windarti, Rosmawati
Kode Jurnal: jpkimiadd140704