MONITORING LOGAM BERAT DALAM IKAN LAUT DAN AIR TAWAR DAN EVALUASI NUTRISI DARI KONSUMSI IKAN
Abstrak: Ikan adalah bahan
makanan sumber mineral. Serapan logam berat pada ikan dapat berasal dari air,
sedimen maupun pakan ikan. Telah dilakukan monitoring mineral dan kontaminan
dalam ikan untuk evaluasi nutrisi dan keamanan pangan, menggunakan teknik
analisis aktivasi neutron. Jenis ikan laut dianalisis adalah ikan kembung
(Rastrelliger faughni ) ikan tongkol (Acanthocybium solandri), ikan tengiri
(Authis thazard) dan ikan air tawar adalah ikan nila (Oreochromis niloticus),
ikan mas (Cyprinus carpio), ikan bawal (Colossoma macropomum), yang disampling
dari 6 pasar di Jakarta Utara. Hasil monitoring menunjukkan bahwa, mineral
esensial yang terkandung dalam ikan adalah Fe, K, Na, Zn, Ca, Mg, dan Se.
Konsentrasi Ca dan Se dalam ikan air laut lebih tinggi dibandingkan dalam ikan
air tawar. Konsentrasi unsur esensial lainnya bervariasi tergantung jenis ikan.
Konsentrasi logam berat As dalam ikan laut 3 kali lebih tinggi dari ikan air
tawar. Logam Hg dan Cr terdeteksi dalam semua jenis ikan diamati. Dari evaluasi
kecukupan nutrisi, dengan asumsi konsumsi ikan 86,68 gr/hari, untuk laki-laki
umur 19 - 30 tahun, dan mengacu data dari Institute of Medicine USA, maka
asupan Ca : 2,5 - 6,3; Cl : 1,5 - 3,3; Fe : 11,5 - 26,9; Na : 1,5 - 4,1; K :
3,4 - 6,7 dan Zn 3,9 - 7,2 % dari nilai yang direkomendasikan. Asupan Cr
melebihi dari nilai yang direkomendasikan, sedangkan As dan Hg tidak
direkomendasikan ada dalam bahan pangan. Pada kenyataannya logam tersebut
terkandung di dalam ikan diteliti, tetapi konsentrasinya masih di bawah nilai
baku mutu yang dikeluarkan oleh BPOM.
Penulis: Th. Rina Mulyaningsih
Kode Jurnal: jpkimiadd140727