KUALITAS DAN KUANTITAS DNA DARAH KERING PADA BESI DAN KAYU YANG DISIMPAN DALAM KURUN WAKTU BERBEDA
Abstrak: DNA merupakan materi
genetik yang berfungsi untuk mengatur aktivitas biologis seluruh bentuk
kehidupan. Darah merupakan salah satu sumber DNA yang sering digunakan sebagai
barang bukti dalam bidang forensik. Kondisi darah sebagai barang bukti di TKP
(tempat kejadian perkara) yang ditemukan diantaranya pada besi, kayu, pakaian, tembok, lantai,
kertas dan gunting dapat mempengaruhi hasil ekstraksi dan analisis DNA. Dalam
ilmu forensik menerapkan prinsip Locard yaitu adanya pertukaran materi ketika
terjadi kontak dari dua buah benda. Materi yang tertinggal akibat kontak dari
dua buah benda tersebut akan menjadi barang bukti kuat yang sangat menentukan
dalam penyelesaian suatu kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kualitas dan kuantitas DNA dari darah kering pada besi dan kayu yang disimpan
dalam kurun waktu berbeda (satu, dua, tiga, dan empat bulan), kemudian
diekstraksi dengan menggunakan metode fenol kloroform termodifikasi. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa DNA dari darah kering pada besi dan kayu masih
dapat diekstraksi menggunakan metode fenol kloroform yang dimodifikasi sampai
empat bulan penyimpanan, tetapi terjadi penurunan kuantitas DNA sejalan dengan
lama waktu penyimpanan.
Penulis: nI Putu PunIArI ekA
PutrI, I ketut JunIthA
Kode Jurnal: jpbiologidd150383