KERAGAMAN GENETIK Tacca leontopetaloides (L.) Kuntze (Taccaceae) DARI BEBERAPA PROVENANSI DI INDONESIA BERDASARKAN MARKA INTER SIMPLE SEQUENCE REPEATS (ISSR)
ABSTRAK: Kecondang atau
Taka (Tacca leontopetaloides) merupakan
salah satu sumber
karbohidrat alternatif pengganti
beras yang dapat
dikem-bangkan di daerah
pesisir pantai. Dengan
adanya isu perubahan
iklim global, pengembangan
Taka sangatlah penting
mengingat sangat banyaknya pulau-pulau
kecil di Indonesia.
Sebanyak 65 aksesi
Taka dari 9
provenansi di Indonesia
(Sukabumi, Madura, Kp.
Siung (Yogyakarta), Gn. Kidung
(Yogyakarta), dan pulau-pulau
di Kep.
Karimun Jawa yaitu
P. Nyamuk, P.
Katang, P. Cendekia, P.
Kumbang, dan P. Seruni) telah dikarakterisasi menggunakan enam marka
ISSR [GSGG(TG5)T; CCAG(TGG)3TG; GGAG(TGG)3TG; BDBT(TCC4); (AC)8C; (AG)8G].
Skoring pita DNA menghasilkan 55 (69,6%) pita polimorfik. Ukuran pita
bervariasi antara 150bp hingga 1,6kb. Ke-65 aksesi Taka membentuk klaster
berdasarkan populasi atau provenansi. Kisaran individual genetic dissimilarity
adalah 0,012 to 0,186. Hasil menunjukkan bahwa
di antara kesembilan populasi yang diteliti, populasi Gn. Kidul-Yogyakarta mempunyai nilai tertinggi untuk keraga-man genetik dengan nilai Na = 1,3544±0,4814, Ne = 1,1784±0,3025, PLP =
35,44% dan He = 0,1094±0.1681. Sementara, populasi P. Nya-muk (Kep.
Karimun Jawa) mempunyai
nilai terendah untuk
keragaman genetik dengan
nilai rata-rata Na
= 1,0759±0,2666, Ne = 1,0523±0,2163,
PLP = 7,59% dan He = 0,0275±0,1097.
Penulis: Marlina Ardiyani,
Lulut Dwi Sulistyaningsih, Yunita Nur Esthi
Kode Jurnal: jpbiologidd140961