KEANEKARAGAMAN VEGETASI DAN SATWA LIAR HUTAN MANGROVE

Abstrak: Di Indonesia, hutan-hutan mangrove terbaik terdapat di pantai barat daya Papua sekitar Teluk Bintuni  yang mencapai luas 1,3 juta ha, yang merupakan sepertiga dari luas hutan mangrove Indonesia, sedangkan sisanya terdapat  di  pantai  utara  Jawa,  pantai  timur  Sumatra,  dan  pantai  barat  serta  selatan  Kalimantan. Keberadaan  hutan  mangrove  amatlah  penting  dikarenakan  mempunyai  peran  ganda  disamping memiliki potensi ekologis dan juga memberikan manfaat ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat disekitarnya.  Salah  satu  Hutan  Mangrove  yang  masih  tersisa  terdapat  di  kawasan  konservasi Cagar  Alam  Teluk  Apar  Kabupaten  Paser  Kalimantan  Timur.  Ekosistem  Hutan  Mangrove digambarkan sebagai biodiversitas dengan berbagai vegetasi dan satwa liar yang hidup dikawasan cagar alam. Berdasarkan data dan informasi Balai Konservasi Sumberdaya  Alam bahwa  terdapat25  jenis  mangrove  sejati  dan  13  famili  dan  14  jenis  mangrove  ikutan  dari  13  famili  sebagai penyusun  hutan  mangrove.  Terdapat  2 jenis  langka  secara  global  namun  tidak  secara  lokal  yaitu Tagal  (Ceriops  decandra)  dan  Perpat  Merah  (Schippyphora  hidrophylaceae).  Sedangkan  Satwa Liar  jenis  mamalia  yang  terdapat  di  Area  Konservasi  Cagar  Alam  Teluk  Apar  yaitu  Bekantan (Nasalis  larvatus),  Elang  Bondol  (Haliastur  indus),  Bangau  Tongtong  (Leptoptilus  javanicus), Pecut Ular (Anhinga melanogaster) dan Buaya Muara (Crocodylus porosus).
Kata kunci: mangrove, cagar alam, vegetasi, satwa liar
Penulis: Risma Haris 
Kode Jurnal: jpbiologidd141005

Artikel Terkait :