Formulasi dan Evaluasi Sediaan Mikroemulsi Untuk Penghantaran Transdermal Ketoprofen dengan Fasa Minyak Labrafil M1944CS
Abstract: Ketoprofen termasuk
obat anti inflamasi non steroid (NSAIDs) untuk pengobatan simptomatik nyeri dan
inflamasi. Pemakaian ketoprofen secara transdermal diketahui mampu
menghantarkan zat aktif untuk mencapai konsentrasi efektif pada jaringan
target, dengan konsentrasi plasma yang lebih rendah dibanding penggunaan per
oral, sehingga mengurangi resiko efek
samping sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mikroemulsi
ketoprofen yang stabil secara fisik untuk penghantaran transdermal. Optimasi
formula mikroemulsi dibuat menggunakan fasa minyak labrafil M 1944 CS,
surfaktan Cremophor EL, serta kosurfaktan etanol, propilenglikol, dan gliserin.
Evaluasi sediaan meliputi pengamatan organoleptik, pH, viskositas, dan ukuran globul, serta pengujian stabilitas
fisik menggunakan metode sentrifugasi dan freeze thaw. Selanjutnya dilakukan
uji difusi in vitro dan uji iritasi kulit dan mata pada kelinci. Formula
mikroemulsi optimum mengandung labrafil 15%, cremophor EL 30%, dan
propilenglikol 10%. Sediaan mikroemulsi memenuhi kriteria stabilitas fisik
berdasarkan uji sentrifugasi dan freeze thaw. Nilai pH dan viskositas sediaan
relatif stabil selama 120 hari penyimpanan pada suhu kamar. Mikroemulsi
ketoprofen memiliki ukuran globul rata-rata 29,3 nm. Jumlah ketoprofen
terdifusi selama 180 menit pengujian adalah 386,6 ± 61,2 µg/cm2. Sediaan
mikroemulsi mengiritasi ringan pada kulit tetapi tidak mengiritasi mata.
Penulis: Sani Ega Priani,
Sasanti Tarini Darijanto, Tri Suciati, Maria Immaculata Iwo
Kode Jurnal: jpmatematikadd141017