UJI PALATABILITAS TEPUNG BUNGKIL KELAPA SAWIT YANG DIHIDROLISIS DENGAN ENZIM RUMEN DAN EFEK TERHADAP RESPON PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus Sauvage)

ABSTRAK: Kualitas pakan tidak hanya ditentukan oleh kandungan nutrisi dan tingkat kecernaan pakan atau bahan  pakan, tetapi juga ditentukan oleh tingkat palatabilitas dari pakan yang diberikan. Tingkat palatabilitas merupakan salah satu faktor penting dalam penyusunan ransum, karena palatabilitas mempengaruhi jumlah konsumsi pakan. Tujuan dari kegiatan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian  pakan komersial  yang  dicampur  dengan  tepung  bungkil  kelapa  sawit  yang  dihidrolisis  dengan  enzim  rumen  terhadap  palatabilitas  pakan  yang diukur  dari  jumlah  konsumsi  pakan  dan  efek  terhadap  respon  pertumbuhan  benih  ikan  patin  siam  (Pangasius  hypophthalmus  Sauvage). Pakan  yang  digunakan  adalah  pakan  komersil  yang  ditambahkan  tepung  bungkil  kelapa  sawit  yang  telah  dihidrolisis  dengan  enzim  asal cairan rumen domba (BKSe) dan bungkil kelapa sawit yang tidak dihidrolisis (BKS). Perlakuan pakan uji dalam penelitian adalah  sebagai berikut: A). Pakan komersil, B). 30% BKSe + 70% pakan komersil, C). 40% BKSe + 60% pakan komersil, D). 30% BKS + 70% pakan komersil dan E). 40% BKS + 60% pakan komersil. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan patin dengan bobot awal ratarata 20g/ekor. Ikan uji dibagi ke dalam 5 perlakuan dengan masing-masing perlakuan 3 kali ulangan. Jumlah ikan yang dipelihara sebanyak 10 ekor ikan per  fiber yang  bervolume 80 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan uji mempunyai palatabilitas  yang baik untuk semua perlakuan yang ditunjukkan dengan tidak adanya pengaruh yang nyata antar perlakuan terhadap jumlah konsumsi pakan. Perlakuan juga  tidak  berpengaruh  terhadap  kelangsungan  hidup,  pertambahan  bobot  individu  dan  laju  pertumbuhan  benih  ikan  patin  siam  (P.  hypophthalmus) (P>0.05). Adapun hasil analisis kecernaan pakan menunjukkan bahwa pakan yang menggunakan BKSe 30%  dan 40% (pakan A  dan  B)  memberikan  nilai  kecernaan  total  dan  protein  yang  lebih  tinggi   dibandingkan  pakan  yang  menggunakan  BKS  30%  dan  40% (pakan C dan D). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tepung bungkil kelapa sawit ya ng telah dihidrolisis dengan  enzim rumen  mempunyai  palatabilitas  yang  baik  dan  dapat  digunakan  sebagai  bahan  pakan  benih  ikan  patin  siam  (P.  hypophthalmus)  dengan penambahan sampai 40% dalam pakan.
Kata kunci: bungkil kelapa sawit terhidrolisis, enzim rumen, palatabilitas, patin siam Pangasius hypophthalmus Sauvage, respon pertumbuhan
Penulis: Wahyu Pamungkas
Kode Jurnal: jpbiologidd130710

Artikel Terkait :