Perbedaan Recognition Memory Kata Dan Gambar Pada Media Narasi Bergambar
Abstrak: Memori merupakan
topik menarik untuk diteliti dan diperdalam, berbagai penelitian terkait memori
dilakukan hingga saat ini. Salah satu ranah dalam memori tersebut adalah
recognition memory. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh memori dan juga banyak
yang dapat terjadi salah satunya adalah false memory syndrome yang dapat terjadi
karena adanya kesalahan dalam encoding memori. Dalam proses memori ter-dapat
proses encoding yang dapat dilakukan dengan dua cara yaitu asosiasi verbal dan
gambaran visual. Berbagai penelitian dilakukan untuk membandingkan mengenai recognition
memory pada kata dan gambar yang dihubungkan dengan encoding in-formasi
tersebut. Teori yang digunakan dalam recognition memory adalah threshold theory
dan signal detection theory. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimen dengan desain one-group post-test only design. Cerita yang
digu-nakan merupakan salah satu cerita dari serial Grimm’s Brother. Alat ukur
yang diguna-kan adalah alat ukur recognition memory dimana terdapat pasangan
kata atau pasan-gan gambar dari cerita tersebut. Hasil pengukuran kemudian
dianalisa menggunakan Wilcoxon dimana hasil dari pengukuran kata dibandingkan
dengan hasil pengukuran gambar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan yang sig-nifikan pada recognition memory kata dan gambar
dalam media narasi bergambar. Gambar merupakan stimulus yang lebih mudah
dikenali oleh partisipan dibandingkan dengan kata. Hal tersebut dibuktikan
dengan hasil perhitungan statistik yaitu nilai Z=-3.322 dan nilai p=0.001
(p<0.01).
Penulis: Azizatul Adni, Diana
Savitri Hidayati
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd140087