Pengaruh Pemberian Filtrat Daun Sambiloto terhadap Jumlah Leukosit Darah Tikus Putih yang Terpapar Benzena
ABSTRAK: Benzena merupakan
bahan kimia yang sering mencemari lingkungan dan bersifat leukomogen kuat.
Salah satu gangguannya menurunkan jumlah leukosit, karena menyerang enzim topoisomerase
II dalam sumsum tulang. Sambiloto
suatu bahan alami yang mengandung senyawa
deoxyandrographolid, 14-deoxy-11, neoandrographolid,
12-didehydroandrographolide, homoandrographolide, diterpenoid dan flavonoid yang bertindak
sebagai immunostimulan. Berdasarkan latar belakang tersebut dilakukan
penelitian yang bertujuan untuk membuktikan bahwa filtrat daun sambiloto
dapat meningkatkan jumlah leukosit akibat terpapar benzena secara inhalasi.
Subjek 25 tikus jantan strain Wistar yang dikelompokkan menjadi lima, yaitu
kelompok kontrol normal (K0), kontrol terpapar benzena (K1), terpapar benzena
yang diberi filtrat sambiloto 0,15 ml (P1), terpapar benzena yang diberi
filtrat daun sambiloto 0,3 ml (P2) dan terpapar benzena yang diberi filtrat
daun sambiloto 0,45 ml (P3). Paparan
benzena selama 6 jam/hari dalam 6 hari dan pemberian filtrat daun sambiloto
selama 7 hari. Penghitungan jumlah leukosit menggunakan Haemocytometer.
Analisis data dengan anava satu arah dan BNT pada taraf uji 5%. Hasil
penelitian K1 mengalami penurunan menjadi 3063 sel/mm3 (thit (2,149) > ttab (2,02)), P1
meningkat menjadi 6873 sel/mm3 (thit (2,709) > ttab (2,02)); P2 7627 sel/mm3
(thit (2,420) > ttab (2,02)); P3 8803 sel/mm3 (thit (2,124) > ttab
(2,02)). Hasil analisis menunjukkan filtrat daun sambiloto dapat meningkatkan
jumlah leukosit (Fhit (648,18) > Ftab
(2,87); BNT (222,23). Simpulan penelitian ini bahwa filtrat daun sambiloto
dapat meningkatkan jumlah leukosit yang terpapar benzena.
Penulis: Khumairoh,
Tjandrakirana, Widowati Budijastuti
Kode Jurnal: jpbiologidd130714