Pengaruh Kombinasi Jenis Cendawan Entomopatogen dan Frekuensi Aplikasi terhadap Mortalitas Kutu Kebul (Bemisia tabaci)
ABSTRAK: Salah satu kendala
dalam peningkatan produksi kedelai saat ini adalah gangguan kutu kebul. Secara ekonomi,
kutu kebul dapat menurunkan hasil panen sebesar 40-80% apabila tidak dilakukan
tindakan pengendalian. Penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa
cendawan Beauveria bassiana mampu membunuh kutu kebul, namun mortalitas kutu
kebul hanya mencapai 50% dengan
menggunakan kerapatan konidia 108/ml. Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan mortalitas kutu kebul pada
tanaman kedelai dengan menggunakan tiga jenis cendawan dan frekuensi aplikasi.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok
(RAK) dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis cendawan (Lecanicillium lecanii,
Metarizhium anisopliae, dan Beauveria bassiana) dan frekuensi aplikasi (1
kali/minggu, 2 kali/minggu, 3 kali/minggu dan 4 kali/minggu) dengan tiga kali
pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program MSTATC dua
arah. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi jenis cendawan dengan
frekuensi aplikasi yang efektif membunuh kutu kebul adalah jenis cendawan L.
lecani dengan frekuensi aplikasi 3 kali/minggu.
Penulis: Mulya Fitrah
Juniawan, Ulfi Faizah, Isnawati, Yusmani Prayogo
Kode Jurnal: jpbiologidd130720