Pengaruh Kombinasi Jenis Cendawan Entomopatogen dengan Kerapatan Konidia terhadap Intensitas Serangan Larva Ulat Grayak
ABSTRAK: Ulat grayak merupakan
salah satu hama penting pada tanaman kedelai. Ulat ini bersifat polifag atau
dapat menyerang berbagai jenis tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan.
Cendawan entomopatogen merupakan salah satu alternatif untuk mengendalikan
perkembangan ulat grayak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan
jenis cendawan entomopatogen serta kerapatan konidia terhadap intensitas
serangan yang ditimbulkan larva ulat grayak. Metode penelitian yang digunakan
adalah rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor. Terdapat 12 perlakuan dengan 3
jenis cendawan meliputi Metarhizium
anisopliae, Beauveria bassiana dan
Lecanicillium lecanii menggunakan 4 macam kerapatan konidia yakni 106, 107, 108
dan 109 konidia/ml. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data
berupa persentase intensitas serangan oleh larva pada 7 hari setelah aplikasi
dianalisis menggunakan analisis varian dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi
cendawan Metarhizium anisopliae dengan
kerapatan konidia 108 efektif dalam mengendalikan intensitas serangan hingga
34,74%.
Kata Kunci: M. anisopliae; B.
Bassiana; L. Lecanii; kerapatan konidi; ulat grayak; intensitas serangan
Penulis: Durroh Humairoh, M.
Thamrin Hidayat, Isnawati, Yusmani Prayogo
Kode Jurnal: jpbiologidd130717