PENGARUH JENIS PELARUT EKSTRAKSI BIJI MAHONI (Swietenia mahagoni Jacq) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI

Abstrak:  Pengaruh  Jenis  Pelarut  Ekstraksi  Biji  Mahoni  (Swietenia  mahagoni  Jacq) terhadap  Aktivitas  Antioksidan  dan  Antibakteri.  Dalam  penelitian  ini  kami  mengevaluasi antioksidan dan aktivitas antibakteri biji Swietenia mahagoni dengan menggunakan berbagai jenis pelarut. Ekstrak disaring untuk menguji aktivitas antioksidan radikal bebas scavenging 2,2- difenil -1-Pikril hydrazyl (DPPH). Total fenol juga telah ditentukan. Ekstrak metanol dari biji Swietenia mahagoni  menunjukkan  aktivitas  DPPH  tertinggi  (60.89  %),  bila  dibandingkan  dengan  ekstrak  metanol 70 % (60,77 %), etanol 100 % (58,85 %), etanol 70 % (59.87 %) dan aseton 100% (46.54 %).  Jumlah  kandungan  fenol  ditentukan  dengan  teknik  spektrofotometri,  menggunakan  reagen Folin-Ciocalteau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 100% memiliki kandungan fenolik yang lebih tinggi (67 mg/g sampel ) dibandingkan dengan jenis pelarut lain (etanol 70 %: 65 mg/g sampel, metanol 100 %: 63 mg/g sampel, metanol 70 %: 55 mg/g sampel , aseton 100%: 54  mg/g  sampel).  Aktivitas  antibakteri  terhadap  bakteri  Gram-positif  (Bacillus  subtilis, Staphylococcus  aureus)  dan  bakteri  Gram-negatif  (E.  coli,  Pseudomonas  aeruginosa)  diuji berdasakan  zona  penghambatan  dengan  metode  difusi  disk.  Streptomisin  sebagai  antibakteri standar  (kontrol  positif).  Hasil  menunjukkan  bahwa  biji  Swietenia  mahagoni  dengan  ekstraksi pelarut metanol,  etanol  dan  aseton  memiliki  efek  penghambatan  terhadap pertumbuhan  Bacillus subtilis,  Staphylococcus  aureus,  E.  coli  dan  Pseudomonas  aeruginosa  pada  konsentrasi 100mg/ml.
Kata kunci: pelarut ekstraksi, biji Swietenia mahagoni, antioksidan, antibakteri
Penulis: Hartati, Liza Md Salleh, Azila Abd Azis, Mohd Azizi che Yunos
Kode Jurnal: jpbiologidd130738

Artikel Terkait :