Efektivitas Ekstrak Daun Ceremai (Phyllanthus acidus) terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti
ABSTRAK: Aedes aegypti
merupakan vektor penyakit arbovirus, antara lain demam berdarah dengue, yellow fever, encephalitis dan chikungunya.
Salah satu cara pengendalian vektor, yaitu menggunakan larvasida nabati dari
daun ceremai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kandungan
metabolit sekunder ekstrak daun ceremai; mendeskripsikan pengaruh ekstrak daun
ceremai terhadap mortalitas larva Aedes
aegypti; serta menentukan lethal concentration
ekstrak daun ceremai yang menyebabkan kematian 50% dan 90% (LC50 dan LC90) pada
24, 48, dan 72 jam setelah perlakuan. Penelitian bersifat eksperimental
laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap. Sasaran penelitian, yaitu
larva Aedes aegypti instar III yang
diberi perlakuan berupa ekstrak daun ceremai dengan konsentrasi 0,4%; 0,6%;
0,8%; 1,0%; 1,2%; serta 0% sebagai kontrol. Pengulangan dilakukan sebanyak 4
kali dengan tiap unit perlakuan berisi 20 larva
Aedes aegypti. Pengamatan mortalitas dilakukan setiap 24 jam selama 3
hari kemudian data dianalisis menggunakan
One Way ANOVA, uji Tukey (BNJ), dan Probit. Berdasarkan uji profil fitokimia,
ekstrak daun ceremai mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun ceremai berpengaruh secara
nyata terhadap mortalitas larva Aedes aegypti, baik pada 24, 48 maupun 72 jam
setelah perlakuan. LC50 dan LC90, yaitu: 0,505% dan 0,922% pada 24 jam setelah
perlakuan; 0,432% dan 0,732% pada 48 jam setelah perlakuan; 0,421% dan 0,682%
pada 72 jam setelah perlakuan.
Penulis: Yulida Catur Pratiwi,
Tjipto Haryono, Yuni Sri Rahayu
Kode Jurnal: jpbiologidd130563