URGENSI TAUHID DALAM MEMBANGUN EPISTEMOLOGI ISLAM

ABSTRACT: Dalam konteks ilmu pengetahuan, upaya reformasi yang dilakukan oleh pemikir Muslim kontemporer sejauh ini belum mampu mengubah secara signifikan bayang-bayang kemajuan Barat. Kondisi ini disebabkan oleh efek pemikiran Barat yang dikemas dalam epistemologi mereka. Tentu saja, kita tidak bisa menyalahkan Barat karena mereka memiliki paradigma dan tolok ukur sendiri yang berbeda dengan paradigma Islam dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, pertanyaan yang muncul, mengapa sarjana Muslim tidak bekerja keras untuk membangun sebuah epistemologi yang membawa pesan tauhid, mengapa mereka terburu-buru untuk menerima kebenaran epistemologi Barat tanpa melakukan telaah berdasar pada wahyu, sehingga mereka menjadi pengikut setia teori dan konsep Barat. Dengan demikian, tantangan terbesar bagi para ilmuwan Islam saat ini adalah bagaimana menemukan formulasi yang komprehensif dari berbagai teori pengetahuan yang bisa diterima oleh semua orang, sehingga ilmu Islam tidak hanya bebas dari bayang-bayang imperialisme epistemologi Barat, namun mampu secara total mencerminkan konsep yang konkret, tentamg Islam sebagai obor penerang (huda) yang dibawa oleh Rasulullah sebagai ‘rahmatan lil’ alamin’. Tulisan ini berusaha untuk melakukan re-oreintasi dan rethinking makna tauhid dalam perkembangan epistemologi ilmu pengetahuan yang ditampilkan bersamaan dengan aspek teosentris-humanisme, yaitu, selain berorientasi pada aspek spiritual (tauhid) juga mampu mengakomodasi kepentingan manusia (amal).
KEYWORDS: Epistemologi Islam; idea of progress; world view; theocentrise; renaissance
Penulis: Bambang Irawan
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd110197

Artikel Terkait :