Thaghut dalam Al-Qur’an
Abstract: Tulisan berikut
membahas konsep thâghût dalam al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan tafsir
tematik. Term thâghût berasal dari akar kata thaghâ yang secara bahasa berarti
melanggar batas, berbuat sewenang-wenang, kejam atau menindas, melebihi
ketentuan yang ada, meninggi dan melampaui batas dalam hal pengingkaran.
Penulis menelusuri ayat-ayat al-Quran yang berbicara topik thâghût, hasilnya
menemukan bahwa dalam al-Qu’ran kata ini dengan berbagai derivasinya (isytiqaq)
diulang sebanyak 39 kali yang tersebar dalam 39 ayat dan 27 surat. Dilihat dari
segi struktur atau bentuk pengungkapan, term thâghût yang tersebar di dalam
al-Qur’an tersebut setidaknya muncul dalam lima bentuk kata jadian (isytiqaq)
yang masing-masing implikasi makna yang berbeda-beda. Tulisan berikut membahas
sedikitnya sembilan macam pengungkapan thâghût dengan berbagai pemaknaan dengan
tekanan yang beragam, seperti misalnya anjuran untuk tidak mempercayai thâghût;
peringatan bahwa thâghût menuntun manusia pada kekufuran; mempersekutukan Allah
dengan mengimani thâghût; pemberitaan tentang orang-orang yang berhukum pada
thâghût; orang-orang yang berperang di jalan thâghût; balasan Allah terhadap
penyembah thâghût; perintah menghindari penyembahan thâghût; kabar gembira bagi
yang menghindari penyembahan thâghût; dan faktor-faktor yang membuat manusia
bekerjasama dengan thâghût. Elaborasi dari topik-topik tersebut bermaksud untuk
menegaskan larangan Islam terhadap thâghût dan hal-hal yang berkaitan
dengannya.
Penulis: Laila Sari Masyhur
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd120160