Semiotika Karapan Sapi dan Transformasi Simbolik Masyarakat Madura
Abstrak: Karakter keras merupakan stereotype yang
melekat pada masyarakat Madura selama ini. Artikel ini mendiskusikan
transformasi simbolik karakter masyarakat Madura melalui karapan sapi, yang
dikenal keras menjadi anti-kekerasan.
Dengan menggunakan metode kualitatif, dan melalui pendekatan semiotik,
studi ini menyatakan bahwa telah terjadi perubahan karakter masyarakat Madura,
yang ditampilkan melalui perubahan symbol-simbol yang ada di karapan sapi. Hal
ini dapat dilihat dari dihilangkannya penggunaan rekeng sebagai simbol
kekerasan dalam karapan sapi, dan diganti dengan pecut biasa yang dibuat dari
bahan tidak tajam. Demikian itu, merupakan inisiatif para tokoh masyarakat,
tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah untuk mengubah pelaksanaan karapan
sapi, tanpa kekerasan.
Penulis: Buyung Pambudi
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150498