SEJARAH PENGKAFIRAN DAN MARGINALISASI PAHAM KEAGAMAAN DI MELAYU DAN JAWA (Sebuah Telaah Sumber)

Abstrak: Sejarah islamisasi Nusantara khususnya yang terjadi sejak abad XVI telah  menghasilkan  sebuah  tradisi  penulisan  teks-teks  keagamaan dalam jumlah besar. Kini, teks-teks tersebut dijumpai dalam bentuk naskah-naskah  tulisan  tangan  (manuscript)  yang  dapat  menjadi sumber primer  penulisan  sejarah  sosial  intelektual  Islam  masa  lalu. Di  antara  topik  penting  yang  terkandung  dalam  sumber-sumber primer Nusantara tersebut adalah hal yang berkaitan dengan sejarah pengkafiran  dan  marginalisasi  faham  keagamaan,  khususnya  faham wahdat  al-wujūd di  wilayah  Melayu,  atau  yang  dikenal  sebagai Manunggaling Kawula Gusti di wilayah Jawa. Artikel ini bertujuan untuk memetakan dan menjelaskan teks-teks terkait wacana ortodoksi dan heterodoksi dalam konteks tasawuf falsafi yang muncul pada masa Indonesia klasik (Nusantara), atau lebih tepatnya sejak pertengahan abad XVI hingga XIX. Penelusuran akan dimulai dari sumber Arab yang  paling  memberikan  pengaruh  terhadap  munculnya  penafsiran doktrin-doktrin  tasawuf  filosofis  yang  kemudian  dianggap  sebagai heterodoks  di  Nusantara,  yakni  teks at-Tuh} fah  al-Mursalah  ila>  anNabi>  karya seorang ulama India,Fadl Allah al-Hindi> al-Burha>npu>ri>. Kemudian,  artikel  ini  akan  menunjukkan  dan  memetakan  lahirnya eks-teks ‘turunan’ kitab at-Tuh} fah al-Mursalah tersebut di kalangan Muslim Nusantara, yang ditulis dalam bahasa lokal, baik yang bersifat menentang,  mendukung,  atau  menengahi  kecenderungan  pemikiran dalam teks tersebut.
Kata Kunci: ortodoksi, heterodoksi, manuskrip, tasawuf, wahdatul wujud
Penulis: Oman Fathurrahman
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd110233

Artikel Terkait :