RUH ISLAM DALAM KEMADURAAN DAN KEINDONESIAAN
Abstrak: Hubungan Islam dan
budaya, termasuk budaya lokal Madura, berjalin kelindan, bisa dipilah tetapi sulit
dipisah. Hubungan keduanya itulah yang kemudian membentuk moral bangsa. Ruh
Islam memberikan jiwa dan semangat dalam budaya Madura dalam kerangka
keindonesiaan. Fenomena ini dapat dilihat pada ritual-ritual inisiasi anak Madura,
mulai dari ritual kelahiran hingga ritual khitanan. Internalisasi nilai-nilai keislaman
pada diri anak semakin bertambah ketika mereka memasuki alam ghuru, sebagai
sebuah dunia yang menyediakan akses untuk menempa diri dalam bidang ketajaman
nalar-intelektual keislaman dan ketangguhan moral-spiritual baik melalui pendidikan
formal di sekolah maupun di pesantren. Melalui proses tersebut, mereka akan siap
memasuki dunia rato, dan bahkan secara aktif melakukan konstruksi Islami atas seluruh
bidang kehidupan, baik dalam bidang budaya, hukum, politik, ekonomi, pemerintahan,
pertahanan, dan keamanan. Kesemuanya diyakini dapat memberikan sumbangan yang
berarti bagi kehidupan berbangsa.
Penulis: Dadang Sastrodiwirdjo
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd080092