REPRESENTASI GAYA HIDUP PRIA METROSEXUAL DI MAJALAH PRIA IBUKOTA

Abstrak: Munculnya  majalah  mode  dan  gaya  hidup  trans-nasional  untuk  pria  menawarkan gaya  hidup  yang  mengusung  nilai-nilai  konsumtif.  Ditinjau  dari  isi,  majalah-majalah    pria tersebut  sekarang  ini  tidak  ada  bedanya  dengan  majalah  wanita.  Lelaki  modern  dipersuasi untuk  peduli  terhadap  kesempurnaan  setiap  jengkal  tubuhnya.    Para  lelaki  diarahkan  untuk mendisiplinkan  diri  dalam  perawatan  tubuh  seperti  halnya  perempuan.  Majalah  pria mengkonstruksi  perilaku  feminine  bagi  para  lelaki  sebagai    keseharian  gaya  hidup  mereka. Gaya  hidup  seperti  ini  disebut  metrosexual.  Lelaki  metrosexual  biasanya  adalah  orang  yang memiliki  karir  yang  cerah,  kondisi  finansial  yang  baik,  dan  sangat  perhatian  terhadap penampilan  diri.  Media  menjadi  dinamisator  bagi  berkembangnya  suatu  gaya  hidup  yang berdiri  di  atas  kesadaran  palsu.  Dengan  asumsi  tersebut  maka  penulis  meneliti  apakah  yang tersembunyi dalam teks itu memang kepalsuan. Penelitian ini dilakukan terhadap tiga majalah trans-nasional khusus pria yang beredar di Jakarta yaitu Majalah Men‟s Health, Men Fitness, dan Best Life.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif dan analisis semiotic menjadi pilihan. Hasil penelitian dapat dikemukakan pertama, representasi  di  tiga  majalah  tersebut  adalah  representasi  pendekatan  konstruktivis.  Makna dikonstruksikan lewat sistem bahasa dalam rangka mengidentifikasi citra tentang gaya hidup. Melalui  prosesual  sosial  teks  secara  alamiah  meneguhkan  nilai-nilai  budaya  popular  dan konsumerisme.  Kedua,  pencitraan  sosok  pria  metroseksual  dilihat  dari  penampilan  gaya hidup metroseksual bukanlah produk alamiah, tetapi suatu produk sosial.  
Kata kunci: representasi, metroseksual, majalah pria
Penulis: Ahmad Mulyana
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140502

Artikel Terkait :