REPRESENTASI ENKODING FENOMENA SURVEILENCE DAN MEDIA ONLINE (Analisis isi Isu Lokal dan Isu Potensi Lokal dalam Websites www.jambiekspress.co.id dan www.bangkapos.com.)

ABSTRAK: Representasi enkoding media online terkait pemeranan fungsi surveilence, dengan mana cenderung menunjukkan perbedaan yang relatif sifatnya, kiranya itu memperlihatkan ada relevansinya dengan media agenda theory, khususnya dalam konteks media agenda. Dalam kaitan asumsi ini, kedua media online dalam proses enkoding ternyata cenderung dipersepsi secara berbeda oleh kedua organisasi media online. Mengenai perbedaan arti pentingnya suatu isu bagi organisasi media, itu juga dapat mengindikasikan bahwa dalam era sistem pemerintahan di Indonesia saat ini, penafsiran terhadap berbagai masalah itu dapat berlangsung “begitu cair” dari berbagai pihak, termasuk tentunya di pihak organisasi media online dalam penelitian ini. Kondisi ini dimungkinkan terjadi dan sekaligus membenarkan asumsi Abdullah bahwa dalam era demokrasi di Indonesia saat  ini hegemoni interpretasi (monosemy) penguasa tiada lagi dan berganti menjadi interpretasi bersifat polysemy. Dominannya prinsip polysemy dalam fenomena enkoding media terkait pelaksanaan fungsi surveilence dan khususnya menyangkut isu-isu lokal dan potensi ekonomi lokal, tampaknya itu mengindikasikan kerugian bagi pemerintah lokal karena dengan begitu pemerintah daerah setempat jadi kurang dapat dukungan dari pihak pers dalam rangka pengembangann daerah  di bidang pendapatan. Untuk memaksimalkan fungsi surveilence media lokal, kiranya pemerintah setempat perlu melakukan pendekatan-pendekatan yang dapat menyadarkan pers lokal akan kepentingan bersama terkait pemediasian isu lokal.
Kata-kata kunci: Representasi; Enkoding ; Surveilence; Media Online
Penulis: Bambang Mudjiyanto
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150502

Artikel Terkait :