POLA INTERAKSI SIMBOLIK PADA KOMUNITAS PENGGEMAR SUPER JUNIOR EVERLASTING FRIENDS (ELF) SURABAYA

Abstrak: Fenomena musik Korea di tahun 2011 di Indonesia menyebabkan banyak boyband dan girlband yang sangat digandrungi khususnya oleh remaja Indonesia, salah satunya adalah Super Junior. Nama penggemar Super Junior itu sendiri adalah Everlasting Friends/E.L.F. Para E.L.F di Indonesia tersebar keseluruh wilayah termasuk di kota Surabaya. Di Surabaya memiliki sebuah komunitas yang dibuat untuk tempat dimana para E.L.F Surabaya dan sekitarnya bisa berkumpul. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead  dan teori dramaturgi dari Erfing Goffman. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan interaksionisme simbolik untuk membongkar dramaturgi, panggung depan dan panggung belakang adalah ketika para E.L.F berada di komunitas E.L.F Surabaya. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dengan menggunakan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis Spardley, yaitu key informan sebagai penentu subyek selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi simbolik; pertama adanya penggunaan bahasa atau istilah-irtilah seperti penyebutan kakak-adik, penyertaan nama fandom bias dalam mengenalkan diri, dan istilah dari arti nama bias. Kedua,  penggunaan atribut sebagai identitas diri yang digolongkan dengan tiga, yaitu  yang ber ID card, tidak memiliki ID card, dan para admin. Ketiga adalah fashion
Keywords: Everlasting Friends/E.L.F, komunitas, Dramaturgi, interaksi simbolik
Penulis: ANGGIE WAHYU P., PAMBUDI HANDOYO
Kode Jurnal: jpsosiologidd150567

Artikel Terkait :