PERBEDAAN PENDAPAT PARA ULAMA TENTANG JUMLAH AYAT AL-QUR’AN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENERBITAN MUSHAF AL-QUR’AN DI INDONESIA
Abstrak: Para
Imam Qurra’ berbeda
pendapat dalam menghitung jumlah
ayat al-Qur’an. Tujuan
Penelitian ini, yaitu pertama, mendeskripsikan perbedaan
pendapat para ulama tentang
jumlah ayat pada
masing-masing surat. Kedua, mendeskripsikan mushaf
al-Quran yang diterbitkan
oleh beberapa penerbit. Ketiga,
merumuskan implikasi perbedaan pendapat para
ulama terhadap penerbitan
mushaf alQuran.Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research
(study kepustakaan). Analisis data dalam
penelitian ini menggunakan
tehnik analisis isi
(content analysis). Hasil Penelitian
adalah terdapat tujuh
madzhab yang terkenal mengenai
penghitungan jumlah ayat
al-Qur’an, yaitu pertama,
Al-Madanî al-Awwal menyebutkan sebanyak 6217 atau 6214 ayat.
Kedua, Al-Madanî al-Akhîr
menyebutkan sebanyak 6214
ayat. Ketiga, Ahl
Mekkah menyebutkan angka 6210 ayat. Keempat, Ahl
Bashrah menghitungnya sebanyak
6204 ayat. Kelima, Ahl
Damaskus berpendapat sebanyak
6227 atau 6226 ayat.
Keenam, al-Humushi berpendapat
sebanyak 6232 ayat. Ketujuh, ahl
Kufah menyebutkan sebanyak
6236 ayat. Mushaf al-Qur’an yang
diterbitkan di Indonesia
jumlah ayat al-Qur’an sebanyak 6236
ayat. Mushaf Standar
Indonesia mengikuti pendapat Kûfiy,
yaitu Imam 'Asim
(127/744), Imam Hamzah 156/772), Imam Al-Kisa'i (189/804)
Khalaf al-Asyir (229/843), dan al-A’masy (148/765).
Penulis: Moh. Zahid
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd120212