PENGARUH PEMBERITAAN EKSEKUSI MATI BALI NINE TERHADAP MOTIVASI WARGA LAPAS KLAS IIA UNTUK BERHENTI MENGEDARKAN NARKOBA DI SAMARINDA
Abstrak: Masalah penyalah
gunaan dan peredaran gelap narkoba saat ini sudah menjadi persoalan global yang
melanda semua wilayah maupun Negara di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri,
penyalahgunaan narkoba ini telah mencapai tahapan yang sangat mengkhawatirkan.
Penelitian ini bersifat kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui Pengaruh dari pemberitaan eksekusi mati bali nine terhadap motivasi
warga lapas kelas IIA untuk berhenti mengedarkan narkoba di Samarinda. Teori
yang digunakan adalah teori motivasi 2 faktor milik Frederick Helzberg yang
terdiri dari motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Analisis data yang
digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Teknik
pengumpulan data berasal dari kuisioner dan data sekunder sedangkan teknik
sampling yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode random sampling
dimana responden dalam penelitian ini berasal dari acak tanpa menggunakan
kriteria khusus (Bebas).
Hasil uji hipotesis penelitian menunjukkan Terdapat pengaruh pemberitaan
eksekusi mati bali nine terhadap motivasi warga lapas klas IIA untuk berhenti
mengedarkan narkoba. Hal ini dibuktikan dengan F hitung = 10,582 > F table
(α= 0,05) = 3.090, Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dengan
membagikan kuisioner dengan jumlah responden sebesar 96 orang, maka didapatkan
hasil bahwa terdapat pengaruh pemberitaan eksekusi mati bali nine sebesar 43,1%
terhadap motivasi warga lapas kelas IIA untuk berhenti mengedarkan narkoba di
Samarinda. Dan sisanya 56,9 berasal dari
model lain yang artinya adalah para warga lapas menganggap bahwa pemberitaan
mengenai eksekusi mati Bali Nine tersebut hanya sebagai sebuah informasi.
Motivasi terbesar mereka untuk berhenti mengedarkan narkoba sendiri berasal
dari dalam diri mereka sendiri.
Penulis: Ahmad Fauzan
Kode Jurnal: jpkomunikasidd160009