PENDIDIKAN POLITIK WARGA DAN PENGUATAN DEMOKRASI DALAM KEPEMIMPINAN JOKOWI-AHOK

Abstrak: Artikel  ini  membahas  komunikasi  politik  yang  dilakukan  oleh  Jokowi  dan  Ahok sebagai  Gubernur  dan  Wakil  Gubernur  DKI  Jakarta  terhadap  warganya.  Jokowi  dan  Ahok secara  implisit    atau  tidak  langsung  telah  dengan  konsisten  menjalankan  pendidikan  politik bagi  warga  DKI  Jakarta.  Cara  tersebut  adalah  dengan  cara  memberikan  jawaban-jawaban ataupun  alasan-alasan  terhadap  berbagai  kebijakan  yang  mereka  jalankan  terhadap  para pengkritik  mereka.  Makalah  ini  mengaitkan  konsep  komunikasi  politik,  pendidikan  politik, dan  demokrasi.  Penelitian  ini  menemukan  bahwa  komunikasi  politik  antara  Gubernur  dan Wakil Gubernur dengan warganya sebenarnya mengandung pesan-pesan politik yang bersifat mendidik  warganya  menjadi  lebih  menghargai  perbedaan,  menghargai  kompetensi  daripada kesukuan/ ras, dan juga menghormati hukum. Makalah  ini dimulai dengan berbagai langkah Jokowi  dan  Ahok  sebagai  Gubernur  dan  Wakil  Gubernur  beserta  kritik-kritik  terhadap mereka,  jawaban-jawaban  yang  mereka  berikan  terhadap  para  pengkritik  mereka,  uraian mengenai  konsep  komunikasi  politik,  pendidikan  politik,  dan  demokrasi,  serta  analisis  dan kesimpulan.
Kata kunci: komunikasi politik, pendidikan politik, demokrasi
Penulis: Reuben Reynold Sihite
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140517

Artikel Terkait :