ORIENTASI NILAI BUDAYA DAN POTENSI KONFLIK SOSIAL BATAK TOBA MUSLIM DAN KRISTEN DI SUMATERA UTARA (Studi Kasus Gajah Sakti Kabupaten Asahan)

Abstrak: Secara  sosio-kultural,  orientasi  nilai  budaya  orang  Batak  Toba mampu  menjadi  media  integrasi  sosial,  juga  berpotensi  dalam memunculkan konflik sosial. Pemaknaan terhadap orientasi nilai budaya Toba dalam tataran praktis berbeda antara Toba muslim dan  Kristen.  Proses  migrasi  dan  adaptasi  budaya  serta  ajaran Islam  memiliki  peran  penting  dalam  hal  ini.  Melalui  rentangan sejarah  yang  panjang,  cenderung  menjadikan  dua  kelompok sosial  ini  menjadi  pesaing  satu  dengan  lainnya.  Tulisan  ini diarahkan  pada  analisis  orientasi  nilai  budaya  Batak  Toba  dan kaitannya  dengan  konflik  dan  potensi  konflik  sosial  komunitas Batak Toba  Gajah  Sakti  di  Kabupaten Asahan  Sumatera  Utara. Penulis  menemukan  bahwa  pada  Toba  muslim  kadar  ke-Batak-an tersebut lebih rendah dibandingkan dengan Toba Kristen. Hal ini didasarkan kepada fakta bahwa ajaran dan ketundukan kepada Islam  melahirkan  sebuah  proses  seleksi  konsepsi  budaya  pada tataran konseptual dan praktis. Potensi konflik dalam kehidupan orang Batak Toba lebih tinggi kadarnya dibandingkan dengan sub suku  Batak  lainnya.  Sumber  konflik  terkait  dengan  perjuangan mewujudkan nilai budaya, antara lain hamoraon, sebagai sumber konflik abadi Batak Toba.
Kata Kunci: budaya, orientasi nilai, batak toba, konflik social
Penulis: Sakti Ritonga
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd120153

Artikel Terkait :