Memahami Pengalaman Komunikasi Warga Multietnis
Abstrak: Kondisi lingkungan
yang tidak nyaman
dan banyaknya warga Petolongan
yang memilih pindah membuat
warga multietnis setempat
kembali harus beradaptasi
dengan kondisi tersebut. Perubahan ini
berpengaruh pada interaksi
dan hubungan warga
multietnis yang masih
bermukim di Petolongan. Penelitian
ini bertujuan untuk
melihat bagaimana pengalaman
komunikasi warga multietnis di
Petolongan untuk mempertahankan hubungan
dalam menghadapi perubahan
sosial yang terjadi. Metode
penelitian yang dipakai
adalah metode fenomenologi.
Teori yang digunakan adalah intercultural adaptation
theory yang dikemukakan oleh Ellingsworth dan didukung relational maintenance
theory. Subjek penelitian adalah empat informan berasal dari etnis Arab, Koja,
Tionghoa, dan Jawa yang lebih dari 30 tahun bermukim di Petolongan. Warga
multietnis Petolongan melakukan beberapa cara dalam beradaptasi dengan
lingkungan dan masyarakat saat ini dalam mempertahankan hubungan. Mereka
memiliki kompetensi komunikasi antarbudaya pada tahap unconsious competence. Kemampuan dalam
memahami, toleransi dengan
etnis lain telah
mereka perlihatkan setelah
hidup berdampingan selama bertahun-tahun tanpa adanya konflik yang
terjadi di Petolongan.
Penulis: Nur Laili Mardhiyani
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140491