KRISIS DAN KOMUNIKASI PADA MASYARAKAT MISKIN PERDESAAN
Abstrak: Efek krisis
seringkali berlipat ganda pada wilayah miskin perdesaan yang rata-rata
terpencil dan jauh dari jangkauan pemerintah. Kesulitan koordinasi, serta
kendala transportasi menjadi alasan utamanya.
Faktor lain yang
tidak boleh diabaikan
ketika krisis adalah
komunikasi. Krisis akan terjadi
berkepanjangan apabila saluran-saluran komunikasi
dalam masyarakat tersumbat. Komunikasi vertikal
antara masyarakat dengan
pemerintah sebagai pemangku
kepentingan, maupun
komunikasi horisontal antarsesama
warga masyarakat merupakan
dua hal utama
yang harus dibangun ketika
terjadi krisis. Penelitian
ini menetapkan 3
(tiga) target khusus,
yaitu: (1) Mendapatkan gambaran
komprehensif pengetahuan masyarakat miskin perdesaan tentang krisis dan potensi
dampaknya, (2) Menemukan
permasalahan krisis yang
dihadapi oleh masyarakat miskin perdesaan,
(3) Menginventarisasi permasalahan
komunikasi ketika dalam
situasi krisis. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini
dilakukan dengan mengadakan
FGD terhadap 40
orang informan yang
dipilih secara purposif, selanjutnya dipilih lagi 8 orang yang diwawancara secara mendalam, ditambah informan
pendukung lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum
masyarakat di dua lokasi tersebut
telah memahami krisis
yang dihadapinya. Pemahaman
ini didasari pada pengalaman mereka berhadapan dengan
krisis tersebut. Masyarakat berpendapat
krisis ekonomi sebagai hal pertama
yang harus diselesaikan.
Penyelesaian krisis seharusnya
berbasis kearifan lokal
masyarakat setempat, sehingga tidak menimbulkan krisis baru.
Penulis: Agus Ganjar Runtiko
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150468