Konflik Komunikasi Dalam Penyuluhan Pertanian Di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan mendeskripsikan proses sosial antarpelaku pada penyuluhan pertanian berbasis rekayasa
sosial dan pembelajaran
sosial, memetakan pola
komunikasi pada penyuluhan pertanian, mengidentifikasi bentuk
dan sumber konflik komunikasi, dan menganalisis fungsi konflik dalam penyuluhan
pertanian berbasis rekayasa sosial dan pembelajaran sosial terhadap
keberlanjutan penyelenggaraan penyuluhan pertanian.Pemilihan lokasi dilakukan
secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Hasil penelitian: Proses sosial dalam bentuk kerjasama yang
dilakukan oleh pelaku dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian berbasis rekayasa
sosial lebih banyak terlihat jika ada proyek, sedangkan pada pembelajaran
sosial sosial telah mengarah kepada bentuk kerjasama karena adanya kepentingan
yang sama untuk mencapai tujuan bersama.Pada penyelenggaraan penyuluhan
pertanian berbasis rekayasa sosial model komunikasi yang digunakan adalah model
komunikasi linier, sedangkan pada pembelajaran sosial menggunakan model komunikasi
konverge.Konflik yang terjadi pada pada penyelenggaraan penyuluhan pertanian
berbasis rekayasa sosial umumnya bersifat laten, sedangkan pada pembelajaran
sosial umumnya bersifat di permukaan.Konflik dalam penyelenggaraan penyuluhan
berbasis rekayasa sosial cenderung
dihindari dan dibiarkan tersembunyi, sedangkan pada pembelajaran sosial konflik
yang terjadi dikelola dan dijadikan sebagai pendorong bagi setiap pelaku untuk
mandiri.
Penulis: Kartika Ekasari Z,
M.Saleh S. Ali, Darmawan Salman, Akhsan dan A. Kasirang
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140497