KEMANDIRIAN PESANTREN DI ERA REFORMASI

Abstrak: Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren mendapat tantangan  yang tidak ringan baik  dari kalangan  internal ummat Islam  maupun  pihak  ekternal.  Di  era  reformasi,  tantangan tersebut  semakin  kuat,  ketika  kran  demokrasi  dibuka  selebarlebarnya.  Pesantren  menjadi  lahan  subur  pihak-pihak  yang berkepentingan untuk mendapatkan keuntungan sesaat. Keadaan ini membuat banyak  pesantren yang kehilangan kemandiriannya. Maka  dari  itu,  penelitian  ini  bermaksud  untuk  mengetahui bagaimana pandangan pengasuh pesantren tentang kemandirian pesantren, bagaimana  mempertahankan kemandiriannya,  dan apa saja kendala  pesantren dalam  mempertahankan kemandiriaannya. Dalam hal ini, metode  penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan  jenis  studi  kasus.  Hasil  penelitian  dapat  ditegaskan sebagai berikut:  pertama,  pandangan Pengasuh  Pondok Pesantren Al-Amin  tentang  kemandirian  adalah  tiadanya  ketergantungan pesantren  dengan  pihak  ekternal  dalam  berbagai  aktivitasnya. Kedua,  Pondok  Pesantren  al-Amin  mempertahankan kemandiriannya  dengan  upaya-upaya,  yaitu  secara  sosial  politik; berupaya  tetap  berada  di  atas  semua  golongan  dan  kekuatan sosial  politik  di  luar  pesantren.  Upaya  secara  ekonomi; mengembangkan  berbagai  badan  usaha  yang  dengannya  dapat membiayai  kegiatan  pendidikannya.  Upaya  secara  pendidikan; melaksanakan  kurikulum  yang  dirancang  oleh  pihak  internal pesantren.  Sedangkan  kendala  Pondok  Pesantren  dalam mempertahankan  kemandiriannya  adalah  intervensi  pihak eksternal, kurang kuatnya  sumber daya manusia, dan kurangnya sarana dan prasarana pesantren.
Kata kunci: kemandirian, pendidikan, pesantren
Penulis: Mohammad Muchlis Solichin
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd120224

Artikel Terkait :