Kajian atas Pemikiran John Wansbrough tentang Al-Qur’an dan Nabi Muhammad
Abstrak: Studi Islam yang
dilakukan oleh para pemikir barat tampaknya tidak monolitis.Di Kalangang
orientalis yang menggunakan pisau analisis historis untuk mengkaji Islam lebih
banyak menyikapi Islam dengan nilai yang negatif seperti mengang gap Islam
sebagai bid’ah Kristen.Sedangkan pemahaman yang lebih positif banyak dilakukan
oleh para Islamolog seperti W
.Montgomery Watt. Perbedaan antar mereka
dalam melihat Islam dikarenakan perbedaan cara pandang dunia (worldview),
pendekatan, dan interpretasi yang dilakukan. Perbedaan juga disebabkan oleh
apakah mereka sosiolog, skularis, humanis, atau modernis Barat. Artikel ini berusaha mengupas pandangan J
ohn Wansbrough terhadap al-Quran dan
Nabi Muhammad.Fokus kajian difokuskan kepada karya John Wansbrough yang berjudul “Qur’anic Studies
Source and Methods of Scriptural Inter pretation”. Ada tiga isu yang diangkat pada artikel
ini:pandangan Wansbrough terhadap al-Qur’an,Nabi Muhammad,dan Isra’.Berkenaan
dengan al-Qur’an, Wansbrough melihat
bahwa al-Qur’an telah dipengaruhi oleh Yahudi
dan Kristen, merupakan perpaduan dari berbagai tradisi, dan bahkan merupakan ciptaan
dari masa sebelum kenabian. Tiga tesis ini mendapat kritik dari para pemikir Barat
lain seperti orientalis dan tentunya juga bertentangan dengan keyakinan umat
muslim. Ada dua metode yang digunakan
oleh Wansbrough untuk mengkaji al-Qur’an
yaitu metode historis dan analisa literar y.Pendekatan historis digunakan untuk
mengkaji isi al-Qur’an,dan analisa
literar yuntuk menganalisa kisah-kisah yang diwahyukan dalam al-Qur’an.
Keywords: tradisi,
skeptisisme, historis, orientalis, Islamologi
Penulis: Muhammad Alfatih
Suryadilaga
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd110267